27 Oktober 2013 - 12:43

Kazem Sedighi Jumat (25/10) dalam khutbahnya seraya mengisyaratkan babak baru perundingan Iran dan Kelompok 5+1 menambahkan, Republik Islam Iran sejak memulai aktivitas nuklirnya bertindak berdasarkan transparansi dan tidak pernah melakukan hal-hal yang menganggu keamanan masyarakat internasional.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam  Kazem Sedighi menandaskan, Republik Islam menekankan pelucutan senjata nuklir seluruh negara di dunia.

Kazem Sedighi Jumat (25/10) dalam khutbahnya seraya mengisyaratkan babak baru perundingan Iran dan Kelompok 5+1 menambahkan, Republik Islam Iran sejak memulai aktivitas nuklirnya bertindak berdasarkan transparansi dan tidak pernah melakukan hal-hal yang menganggu keamanan masyarakat internasional.

Hujjatul Islam Sedighi menjelaskan Barat harus berusaha menciptakan rasa saling percaya di perundingan kali ini. "Iran dalam setiap perundingan menunjukkan dirinya bersandar pada rasionalitas," ungkap Kazem Sedighi.

Khatib shalat Jumat Tehran menekankan pengayaan uranium hak legal Iran dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan di bidang kedokteran, industri serta pertanian dan pemanfaatkan teknologi nuklir memainkan peran signifikan dalam pembangunan nasional.

"Seluruh aktivitas nuklir Iran seperti sebelumnya berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," tegas Kazem Sedighi.

Hujjatul Islam Sedighi juga mengingatkan kondisi krisis ekonomi negara-negara Barat dan kebutuhan berbagai negara melakukan hubungan dengan Iran. "Iran tidak akan turut di berbagai perundingan yang menunjukkan sikap lemah dan  pasif. Barat harus mencabut sanksi anti Iran yang tidak memiliki landasan hukum tersebut," tambah Kazem Sedighi.

Khatib shalat Jumat Tehran dalam khutbahnya mengutuk aksi teror terbaru di Irak dan menandaskan, aksi terorisme di Irak terus berlanjut di saat organisasi internasional cenderung membela kubu arogan dan tidak melakukan tindakan apa pun mencegah tragedi kemanusiaan ini.

475308