14 Juli 2013 - 14:27
Terorisme di Irak Tak Berhenti di Bulan Ramadhan

Menurut laporan resmi PBB sejak bulan April sampai sekarang yaitu sekitar seratus hari terakhir warga Irak yang telah menjadi korban jiwa aksi teror sebanyak 2.500 jiwa dari kalangan militer maupun rakyat sipil.

Menurut Kantor Berita ABNA, pihak militer Irak mengumumkan secara resmi enam orang yang tidak dikenali telah melakukan penyerangan bersenjata di markas militer wilayah Irak bagian selatan. Ahad pagi (14/7) di kota Maushul 360 kilometer dari bagian utara kota Baghdad  terjadi penyerangan mendadak oleh sekelompok teroris yang teridentifikasi berjumlah sebanyak 6 orang ke kantor militer di wilayah tersebut. Dalam serangan tersebut merenggut nyawa dua militer Irak. Sementara ledakan bom yang terjadi di dekat stadion olahraga di kota Baghdad menewaskan sekurang-kurangnya tiga orang.

Dengan adanya serangan dan ledakan bom tersebut menambah daftar korban jiwa yang menjadi kurang lebih 40 orang tewas sejak awal Ramadhan. Irak dalam beberapa bulan terakhir menjadi ladang pembantaian manusia-manusia yang tidak berdosa, melalui penembakan gelap, serangan terbuka maupun ledakan bom oleh kelompok teroris yang terus menghendaki Irak dalam keadaan kacau dan tidak aman. Menurut laporan resmi PBB sejak bulan April sampai sekarang yaitu sekitar seratus hari terakhir warga Irak yang telah menjadi korban jiwa aksi teror sebanyak 2.500 jiwa dari kalangan militer maupun rakyat sipil.