Menurut Kantor Berita ABNA, menyikapi aksi penyerangan dan pengrusakan rumah kediaman ulama kharismatik Syiah Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim dan pelecehan terhadap para penghuninya jum'at tengah malam (17/5), Majma Jahani Ahlul Bait as mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Penyesalan dan kekecewaan mendalam atas kezaliman yang kembali dipertontonkan rezim Ali Khalifah dengan melakukan penyerangan tanpa alasan, pengrusakan tanpa landasan hukum dan aksi anti kemanusiaan dan diluar akal sehat. Rezim pada Jum'at tengah malam telah melakukan penyerangan atas rumah Hadhrat Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim ketua dewan syura ulama Bahrain dan termasuk pengurus Dewan Syura Majma Jahani Ahlul Bait as dengan melakukan pengrusakan pada pintu-pintu rumah dan merusak perabotan dalam rumah dan melakukan aksi penghinaan terhadap anggota keluarga yang menimbulkan trauma.
Aksi tersebut merupakan tindakan pengecut, yang tidak ubahnya teror yang dilakukan rezim Komunis Stalin terhadap rakyatnya sendiri dengan melakukan penyerangan kerumah-rumah penduduk pada tengah malam dan kemudian melakukan penculikan dan penghilangan nyawa. Dengan perbedaan, rezim Komunis bukan hanya tidak mengklaim diri sebagai muslim namun juga mengibarkan bendera kekufuran, namun rezim Ali Khalifah melakukan hal yang sama justru dengan mengkalim diri sebagai pengikut Sunnah Nabi Muhammad Saw dan merupakan pemimpin atas ratusan ribu kaum muslimin baik kalangan sunni maupun syiah.
Penjelasan apa yang bisa diberikan rezim Bahrain atas kejadian tersebut? Apakah al-Qur'an al Karim tidak memberikan perintah untuk menghormati rumah seorang mukmin dan tidak memerintahkan, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." (Qs. An Nuur: 27)?. Apakah Nabi Muhammad Saw tidak pernah bersabda, "Seorang muslim tidak punya hak untuk membuat takut muslim lainnya"?.
Dengan adanya aturan Islam yang jelas tersebut, rezim Ali Khalifah semestinya melakukan dialog dan musyawarah untuk menemukan solusi bagi kekisruhan politik yang terjadi, bukan dengan memerintahkan terjadinya aksi-aksi dan tindakan kekerasan yang justru bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai Islam.
Majma Jahani Ahlul Bait as menyesalkan terjadinya penyerangan dan pengrusakan rumah Ayatullah Qasim dan menilai penyerangan tersebut sama halnya telah menyerang semua rumah ulama-ulama Islam dan semua rakyat Bahrain. Majma juga turut menuntut agar pemerintah Bahrain dan juga pemerintah Arab Saudi yang turut bertanggungjawab atas berbagai aksi kekerasan terhadap rakyat revolusioner Bahrain dalam dua tahun terakhir untuk menjamin keselamatan jiwa Ayatullah Qasim dan ulama-ulama Bahrain lainnya termasuk keselamatan semua rakyat Bahrain.
Dan semua orang-orang zalim kelak akan menderita kekalahan.
Majma Jahani Ahlul Bait as