15 Februari 2013 - 14:13

Kehadiran luas rakyat Iran dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam menurut Khatami menunjukkan ikatan janji kepada Wilayatul Faqih, cita-cita Revolusi Islam dan para Syahid. Ditegaskannya, "Bangsa Iran kembali menekankan Wilayatul Faqih sebagai poros pemerintahan Republik Islam Iran dan melihat semua masalah berdasarkan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar."

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Jumat Tehran menganggap tekanan dan ancaman imperialis serta Zionis agar bangsa Iran berputus asa terhadap Republik Islam Iran telah gagal.

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Khatib shalat Jumat Tehran, hari ini Jumat (15/2) mengatakan, "Bangsa Iran akan terus berjuang menghadapi semua tekanan dan ancaman untuk meraih hak-haknya termasuk penguasaan teknologi nuklir."

"Perundingan nuklir Barat yang digelar dengan maksud untuk memalingkan perhatian bangsa Iran dari aktifitas nuklir damainya tidak akan pernah berhasil," tandas Khatami.

Perundingan, katanya, hanyalah dalih Amerika Serikat untuk lebih menekan bangsa Iran.

Menurut Khatami Barat harus tahu bahwa bangsa Iran tidak akan pernah mundur dari hak-haknya, bahkan mereka akan mampu mengatasi semua masalah yang diakibatkan oleh tekanan. Mereka akan memberikan jawaban tegas kepada musuh.

Ayatullah Khatami di sela-sela khutbahnya memberikan apresiasi atas kehadiran luas masyarakat Iran dalam acara peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran ke-34. Ia mengatakan, "Bahkan sebagian petinggi AS mengakui kemeriahan peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran sekalipun di bawah tekanan dan konspirasi asing."

Kehadiran luas rakyat Iran dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam menurut Khatami menunjukkan ikatan janji kepada Wilayatul Faqih, cita-cita Revolusi Islam dan para Syahid. Ditegaskannya, "Bangsa Iran kembali menekankan Wilayatul Faqih sebagai poros pemerintahan Republik Islam Iran dan melihat semua masalah berdasarkan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar."

Bangsa Iran hadir pada setiap kesempatan karena mereka menganggap itu sebagai kewajibannya. Rakyat Iran, kata Khatami, akan membuktikan kesetiaannya kepada Republik Islam dengan mengikuti pilpres empat bulan mendatang.

Terkait masalah sikap Republik Islam menanggapi transformasi terbaru di Bahrain, Khatami mengatakan, "Rakyat Bahrain harus menjadi penentu nasib negaranya dan ini adalah hak mereka untuk menentukan masa depan negara."

Pada saat yang sama, berkenaan dengan Suriah, Khatib Jumat Tehran menjelaskan, "AS dan sekutunya mengira dapat menjatuhkan pemerintahan Suriah dengan mengirimkan teroris ke negara itu dan memasok persenjataan untuk mereka. Akan tetapi bukan saja mereka gagal mencapai tujuannya, lebih dari itu mereka akhirnya mengakui bahwa solusi yang ditawarkan Iran dengan menggelar dialog nasional adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan krisis Suriah."