6 Februari 2013 - 20:30

"Negara-negara yang membantu pembentukan rezim Zionis telah sampai pada kesimpulan bahwa entitas ini tidak dapat melaksanakan misi yang ditetapkan. Oleh karena itu, mereka mengubah perilakunya, yang berarti akhir dari gagasan pendudukan dan Zionisme. Zionis telah menemukan jawabannya dan berusaha untuk mengubah situasi mereka melalui langkah-langkah seperti menyerang Suriah, tetapi mereka tidak bisa menyerang Iran."

  Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, rezim Zionis Israel ingin menyerang Iran, tetapi Tel Aviv takut akan kemungkinan konsekuensi dari langkah tersebut.

"Mereka ingin menyerang Iran tetapi takut konsekuensinya," kata Ahmadinejad dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media Mesir pada Selasa (5/2) malam.

Ia menambahkan, rezim Zionis dibentuk untuk mengobarkan perang di kawasan.

"Negara-negara yang membantu pembentukan rezim Zionis telah sampai pada kesimpulan bahwa entitas ini tidak dapat melaksanakan misi yang ditetapkan. Oleh karena itu, mereka mengubah perilakunya, yang berarti akhir dari gagasan pendudukan dan Zionisme. Zionis telah menemukan jawabannya dan berusaha untuk mengubah situasi mereka melalui langkah-langkah seperti menyerang Suriah, tetapi mereka tidak bisa menyerang Iran," ujarnya. Mengenai kerusuhan di Suriah, Ahmadinejad menolak adanya solusi militer untuk mengakhiri krisis. Ia menadaskan, bangsa dan pemerintah Suriah harus menyelesaikan masalah melalui dialog.

Di bagian lain sambutannya, presiden Iran mengatakan, Iran penjaga keamanan di Teluk Persia, tetapi negara-negara Barat berada di kawasan untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.

Menurut Ahmadinejad, Barat berusaha mengontrol Timur Tengah demi menguasai sumber-sumber energi di kawasan.

"Negara-negara Barat akan gagal mencapai tujuan mereka jika Iran dan negara-negara regional lebih meningkatkan kerjasama," pungkasnya.

Presiden Iran pada Selasa memulai kunjungan bersejarah ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-12.

Ahmadinejad disambut oleh Presiden Mesir Muhammad Mursi setibanya di Bandara Internasional Kairo. Dia adalah kepala negara pertama Iran yang mengunjungi Mesir sejak 34 tahun lalu. Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir pada tahun 1980 setelah Revolusi Islam tahun 1979, karena Mesir menandatangani kesepakatan perdamaian (Camp David) dengan rezim Ziois Israel dan menawarkan suaka kepada mantan diktator Iran Mohammad Reza Pahlevi. Mursi juga mengunjungi Iran pada bulan Agustus 2012 untuk menghadiri pertemuan KTT Gerakan Non-Blok (GNB) dan itu adalah kunjungan pertama seorang presiden Mesir ke Iran dalam lebih dari tiga dekade.