26 Desember 2012 - 17:37

"Salah satu harapan terbesar pihak musuh adalah ketiadaan hubungan antara masyarakat dengan para ulama dan ruhaniawan. Namun, Alhamdulillah, kita masih diperhadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat kita telah menunjukkan tekadnya berkali-kali bahwa akan tetap berada pada jalan wilayah dan para ulama marja dan ruhaniawan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Alawi Gurgani, selasa (25/12) dalam pertemuannya dengan para pejabat tinggi dan staf Angkatan Udara Republik Islam Iran dengan menukil dari ayat Al-Qur'an menyatakan, ketaatan kepada Nabiullah Muhammad Saw sama halnya dengan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau berkata, "Ketatan kepada Waliyul amr, sama halnya dengan ketataan kepada Nabi dan Allah SWT. Karena Aimmah maksumin as adalah pelanjut Rasulullah Saw namun sangat disayangkan tidak sedikit kaum muslimin yang justru memilih untuk membangkang dan berada pada jalan kesesatan."

Ulama marja taklid tersebut kemudian melanjutkan, "Kebahagiaan dan keberuntungan seorang manusia terletak pada ketaatannya kepada Ahlul Bait Nabi Saw dan kesengsaraan dan penderitaan manusia bersumber dari pembangkangan kepada mereka."

"Sama halnya dengan  kewajiban Rasulullah Saw yang mendakwahkan ajaran-ajaran agama, menyampaikan wahyu dan aturan-aturan Ilahi kepada masyarakat, rakyat Iran yang peka terhadap panggilan zaman dan kepatuhan terhadap titah Imam Khomeini rahimahullah dalam menghadapi seruan sesat keluarga Pahlevi dan kekuatan Negara adidaya dan atas kepemimpinan Rahbar dan wilayatul faqih, revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya." Lanjutnya.  

Ayatullah Alawi Ghurgani berkenaan dengan banyaknya darah yang tertumpah di jalan revolusi, menyatakan, "Revolusi Islam memiliki persyaratan yang sedemikian berat dan sulit. Dengan pengorbanan jiwa dan harta yang tidak sedikit dari rakyat Iran, Islam bangkit dan hari ini setelah 33 tahun berlalu, Negara Islam dengan kepemimpinan Wilayatul Faqih memancarkan cahaya yang benderang di antara bangsa-bangsa di dunia."

Pada bagian lain ceramahnya, Ayatullah Alawi Ghurgani mengingatkan bahwa pemerintah dalam menjalankan amanah dan tugasnya harus mengenyampingkan perselisihan. "Pemerintahan Islam sampai sekarang dengan sistem wilayatul faqih sedang berada pada jalur yang membawanya kepada kemajuan. Pemerintah harus lebih serius dan telaten lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing." Ungkapnya.

"Sebagaimana telah ditegaskan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bahwa semua pihak harus mendukung dan membela wilayatul faqih agar rakyat tidak terjerumus pada kerugian  dan kerusakan." Tambahnya.

Ulama yang juga guru besar Hauzah Ilmiyah Qom Iran tersebut kemudian menyebutkan akan tekad dan kegigihan pihak musuh untuk memisahkan masyarakat dari bimbingan para ruhaniawan. Beliau menyatakan,"Salah satu harapan terbesar pihak musuh adalah ketiadaan hubungan antara masyarakat dengan para ulama dan ruhaniawan. Namun, Alhamdulillah, kita masih diperhadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat kita telah menunjukkan tekadnya berkali-kali bahwa akan tetap berada pada jalan  wilayah dan para ulama marja dan ruhaniawan."