15 November 2012 - 19:31

Kebijakan rezim Bahrain yang mencabut hak kewarganegaraan sejumlah warga asli Bahrain mendapat protes dan kecaman dari Majma Jahani Ahlul Bait. Majma menyebutkan justru keluarga Ali Khalifah yang menjadi penguasa di Bahrain adalah warga pendatang yang tidak memiliki hak sama sekali mengusir penduduk asli dari negara tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, berkenaan dengan tindakan kekerasan yang semakin beringas oleh rezim al Khalifah terhadap rakyat revolusioner Bahrain yang dalam peristiwa terakhir melakukan pencabutan hak kewarganegaraan 31 warga Bahrain dan mengeluarkan ancaman mati terhadap Ayatullah Isa Qasim, Majma' Jahani Ahlul Bait mengeluarkan pernyataan pentingnya.

Pernyataan tersebut berisi kekesalan dan kekecewaan terhadap beberapa tindakan semena-mena dan melanggar hukum yang terjadi sepanjang 2 tahun terakhir seperti pembunuhan, penyiksaan, penangkapan dan penculikan warga Negara yang tidak berdosa. Oleh karena itu seluruh pencinta kebebasan, umat Islam sedunia (seperti ulama dan komunitas pengikut Ahlul Bait) diminta membela hak asasi penduduk Bahrain dengan menyampaikan situasi yang menimpa mereka.

Berikut teks lengkap pernyataan Majma tersebut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

 

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الله غافلا عَمَّا يَعْمَلُ الظالمون 

 

Dan janganlah engkau menyangka Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim – (QS. Ibrahim,: 42)

Sepanjang dua tahun ini rezim Al Khalifah yang kejam telah melancarkan aksi pembunuhan, pemusnahan, penyiksaan, penculikan rakyat Bahrain yang tidak berdosa dan tidak berdaya dalam mempertahankan diri; kezaliman keji ini sentiasa disertai dukungan dari keluarga Al Saud dan diamnya masyarakat internasional yang mengiringi perjuangan luar biasa dan mengagumkan rakyat Bahrain.

Sangat disayangkan dalam beberapa hari terakhir ini kita menyaksikan penguasa negara Bahrain meneruskan aksi-aksi kejinya lagi dengan dua tindakan yang telah melanggar undang-undang, yaitu:

1. Melancarkan fitnah dan seruan ancaman baru terhadap para ulama, tokoh, doktor dan guru seperti Ayatullah Isa Qasim.

2. Mencabut hak kewargenegaraan sejumlah penduduk negara ini, tanpa merujuk pada satupun kriteria yang berlaku dalam undang-undang internasional yang mengatur mengenai kewarganegaraan dan hak-hak mereka.

Sebagai reaksi terhadap kedua tindakan yang tak beralasan ini, Majma' Jahani Ahlul Bait selaku organisasi internasional yang beranggotakan tokoh-tokoh pemikir dan budayawan dari kalangan umat Islam di seluruh dunia dengan ini meminta dunia internasional memberikan perhatian kepada persoalan-persoalan berikut:

1. Sebagaimana yang telah diingatkan berkali-kali sebelum ini, sejak awal revolusi, ulama dan cendekiawan Bahrain sampai hari ini senantiasa memainkan peranan dengan rasa penuh persaudaraan dan perdamaian. Mereka berada di sisi panji-panji tuntutan hak asasi rakyat dengan menyeru para pemuda agar melakukan protes yang tetap berada dalam koridor dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Yang dengan itu, tidak bisa dipungkiri perang signifikan kepemimpinan Syaikh Isa Qasim yang tetap mengontrol jalannya aksi protes yang tetap berada dalam jalur damai dan aman. Namun rezim Al Khalifah justru membalas budi baik Ayatullah Isa Qasim dan tuntutan penduduk dengan menyebarkan fitnah dan pernyataan-pernyataan kasar untuk mengancam rakyat (termasuk kalangan ulama) bahkan sampai pada aksi pembunuhan dan penangkapan dalam upayanya meredak gejolak masyarakat.

2. Ayatullah Syeikh Isa Qasim seorang ulama marja besar, tokoh rohani dan berakhlak mulia. Beliau tidak hanya disenangi oleh masyarakat Syiah dan Sunni saja, bahkan beliau dihormati, dan mempunyai kredibilitas di kalangan umat Islam di luar negara ini sehingga dianggap salah seorang ulama dan pemikir Islam. Oleh itu kami memberi peringatan keras kepada penguasa Bahrain dan Arab Saudi dengan menyatakan bahwa apapun bentuk kebiadaban terhadap ulama besar ini adalah tanggung jawab raja, perdana menteri dan kabinet Bahrain, termasuk juga kerajaan Arab Saudi.

3. Pencabutan kewarganegaraan sejumlah besar penduduk Bahrain yang dilakukan oleh Al Khalifah merupakan tindakan yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan undang-undang serta hukum internasional. Pemerintah bukanlah pemilik penuh jiwa warganya sehingga dapat menafikan kerakyatan dan mengusir mereka. Oleh karena itu tindakan ini, disamping memberikan status penduduk tetap kepada ratusan orang asing ke negaranya merupakan permusuhan secara terang-terangan terhadap rakyat Bahrain dan penafian hak-hak kewarganegaraan mereka.

4. Jika undang-undang internasional sekalipun dinafikan, kerajaan dan pemerintah di Negara manapun tetap diibaratkan seperti seorang ayah dalam sebuah keluarga. Mungkinkan seorang ayah mengusir anaknya keluar dari rumah? Keluarga Al Khalifah selaku pendatang baru dari tempat lain yang kemudian masuk ke negara ini dan melakukan penaklukan secara paksa, apakah layak mereka menghalangi generasi yang terlahir di Bahrain dari menjadi warga di tanah air nenek moyang sendiri?.

5. Mengapa negara-negara dan organisasi-organisasi internasional yang mengklaim diri sebagai pembela kebebasan atau hak asasi manusia seperti PBB, Pemerhati Tahanan dan institusi seperti ini diam seribu bahasa ketika melihat secara terang-terangan rezim Bahrain melakukan kezaliman, kekejaman dan melakukan pelanggaran undang-undang? Apakah hingga kini penduduk dunia masih belum mempunyai tanggungjawab untuk menghentikan tindakan tidak bermoral tersebut? atau bangun berdiri bersama-sama rakyatnya yang dizalimi?

6. Majma' Jahani Ahlul Bait selama ini telah beberapa kali menyatakan dukungan terhadap perdamaian, persahabatan, keadilan dan kehidupan bersama yang aman di kalangan penduduk dunia (tanpa memandang warna kulit, bangsa, agama dan mazhab). Oleh karena itu, sekali lagi diserukan kepada penguasa Bahrain untuk melaksanakan pemerintahan dengan berperdoman pada nilai-nilai keadilan, kesadaran dan memenuhi hak rakyat negara ini. Majma' juga menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Ayatullah Isa Qasim, tahanan-tahanan yang masih di penjara, ulama, doktor, guru dan semua rakyat yang ditindas termasuk mereka yang diusir dan dicabut hak kewarganegaraannya.

Akhir kata, Majma' Jahani Ahlul Bait meminta seluruh penuntut kebebasan dan umat Islam di seluruh dunia (termasuk ulama dan para pengikut Ahlul Bait) mengabarkan situasi yang sebenarnya dan melangsungkan aksi-aksi untuk membela hak-hak asasi penduduk Bahrain sambil menyatakan kebencian terhadap penghinaan dan rencana penangkapan terhadap ulama Bahrain, serta pelanggaran syariat di negara ini.

 

Majma' Jahani Ahlul Bait

13/11/2012