27 September 2012 - 09:09

Wujud Rasulullah saw adalah poin utama yang dapat mewujudkan persatuan. Sebelum ini pernah saya tekankan bahwa Dunia Islam dapat saling berhubungan akrab dalam satu poin ini. Seluruh naluri muslimin terfokus di sini. Ini adalah sumber kecintaan dan pusat Dunia Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA,  Penghinaan terhadap Rasulullah mulia saw telah menuai protes luas dari kalangan muslimin dunia, dan bahkan dari kalangan nonmuslim. Selama peristiwa ini, Ayatullah Khamenei telah menyalakan tanda bahaya dan banyak memberikan wejangan dan solusi untuk menghadapinya.

Situs informasi Ayatullah Khamenei (www.khamenei.ir) memuat solusi-solusi terpenting yang pernah ditegaskan oleh beliau dalam masalah ini:

1.    Mengenang kembali pelajaran-pelajaran yang pernah diberikan oleh Rasulullah, baik secara lisan maupun praktik sehari-hari.

Israel dan negara-negara yang menjadi kaki tangan rezim perampas ini, serta negara-negara imperialis dunia khususnya Amerika pelaku kriminal, ketika ingin bertikai dengan muslimin dan Islam, pasti menyerang Rasulullah agung saw. Apakah arti semua ini? Hal ini lantaran mengingat beliau, nama beliau, kelahiran beliau, hijrah beliau, pemerintahan beliau selama 10 tahun di Madinah, dan seluruh ajaran dan pendidikan beliau, semua ini adalah pelajaran berharga bagi seluruh muslimin apabila mereka mau merenungkan; sebuah pintu terbuka untuk menyongsong kehidupan. Rasulullah saw adalah pemberi ilham bagi seluruh muslimin.

Karena mereka mengetahui semua ini; karena mereka takut terhadap kebangkitan Islam; karena mereka takut terhadap kekuatan sebuah masyarakat yang berjumlah 1,5 milyar muslim di seantero dunia, mereka berbaris untuk menyerang Rasulullah saw. Mereka menyerang sumber rahmat bagi semesta alam dan sumber berkah bagi seluruh umat manusia ini di media massa mereka, melalui mulut para politikus mereka, dalam buku-buku mereka, dan melalui kaki-kaki tangan mereka. 

Aksi mereka ini harus sudah bisa membangunkan kita. Kita harus memahami bahwa dalam wujud Rasulullah, dalam kepribadian Rasulullah, dalam kenangan kehidupan Rasulullah, dalam hijrah Rasulullah, dalam jihad Rasulullah, dalam sirah Rasulullah, dalam pelajaran-pelajaran lisan dan praktik Rasulullah tersimpan permata yang sangat berharga. Jika kita mampu memanfaatkan permata agung ini, maka umat Islam akan berhasil menggapai sebuah posisi dimana para musuh tidak akan berani lagi menghina beliau; musuh tidak akan dapat menekan beliau; musuh tidak akan dapat mengancam beliau. Semua ini adalah pelajaran bagi kita.

2.    Memperkenalkan wajah Islam yang murni.

Yang penting adalah wajah Islam yang murni harus terlihat dan dikenal. Para musuh selama beberapa abad lalu dan para sahabat tolol dan lalai dalam beberapa masa yang lebih lama telah memburukkan wajah Islam. Dengan tujuan tertentu atau keinginan-keinginan pribadi yang bodoh, mereka telah menambah atau mengurangi sesuatu dari Islam.

Sekarang ini, sekalipun penyelewengan pemahaman dan para pencuri kesempatan berasal dari dalam tubuh kita sendiri guna mencoreng wajah Islam, tetapi propaganda musuh lebih dari itu semua. Mereka memanfaatkan jalan-jalan yang sangat halus dan mengganggu untuk melakukan hal ini.

Saudara-saudaraku seagama! Atas dasar ini, tugas besar kita adalah mengenal Islam dan memperkenalkannya (kepada dunia), serta saling mengenal antar sesama muslim.

3.    Bersatu di bawah panji Rasulullah untuk melawan musuh.

Wujud Rasulullah saw adalah poin utama yang dapat mewujudkan persatuan. Sebelum ini pernah saya tekankan bahwa Dunia Islam dapat saling berhubungan akrab dalam satu poin ini. Seluruh naluri muslimin terfokus di sini. Ini adalah sumber kecintaan dan pusat Dunia Islam.

Sekarang kita. Pena-pena yang telah dibayar oleh Israel sedang menghina sumber ini. Mengapa? Mereka berharap penghinaan terhadap umat Islam dan Dunia Islam sedikit demi sedikit bisa tidak berarti lagi. Ini adalah titik utama.

Para politikus, guru dan dosen, para penulis, para penyair, dan para seniman hendaknya memfokuskan diri dalam masalah ini dan seluruh muslimin harus berdekatan di bawah slogan ini. Mereka jangan memperbesar perbedaan, jangan saling tuduh menuduh, jangan saling mengkafirkan, dan jangan mengeluarkan muslimin dari Islam. Seluruh kalbu di seluruh negeri muslim pasti berbunga dengan mengingat Rasulullah saw. Seluruh kita sangat mencintai manusia agung ini.

Tindakan irasional dan penuh kedengkian musuh ini telah menyempurnakan hujah bagi seluruh umat Islam dan telah memberikan bantuan berharga bagi kebangkitan Islam. Sekarang, baik mereka menghendaki maupun tidak, sebuah gerakan mendalam di Dunia Islam telah dimulai. Gerakan ini pada saat yang tepat kelak akan membuahkan kemerdekaan, kemuliaan, dan kehidupan baru bagi umat Islam.

Ini adalah periode sejarah yang sangat menentukan. Para tokoh, ulama, dan cendekiawan muslim memiliki tugas yang sangat berat dalam periode ini. Setiap kelamahan, kelalaian, tujuan buruk, dan kelengahan mereka dapat menimbulkan sebuah peristiwa yang mengerikan. Para ulama jangan berdiam diri dalam menghadapi usaha-usaha pemecahbelahan mazhab. Para cendekiawan muslim jangan teledor untuk menghembuskan semangat di dalam kalbu kawula muda. Para politikus dan pemimpin negara harus melibatkan rakyat di arena dan berpijak kepada mereka. Negara-negara Islam harus memperkuat solidaritas di antara mereka dan memanfaatkan kekuatan sejati ini untuk melawan para penjajah dunia.

4.    Memperhatikan para pemain di balik layar penghinaan ini.

Apakah dan siapakah di balik aksi penghinaan busuk ini? 

Dengan menelaah proses kriminal yang pada tahun-tahun terakhir ini bersamaan dengan aksi kejahatan di Afghanistan, Irak, Palestina, Lebanon, dan Pakistan, kita tidak ragu lagi bahwa para pemain di balik layar penghinaan ini adalah para imperialis dunia dan Israel yang memiliki pengaruh terbesar di pemerintah Amerika, Inggris, dan sebagian negara Eropa.

Para pemain di balik layar penghinaan ini adalah Israel, Amerika, dan para pemimpin imperialis dunia. Mereka berkhayal akan menurunkan posisi simbol-simbol suci Islam di mata kawula muda muslim dan memadamkan semangat keagamaan mereka. Jika mata rantai kejahatan terhadap Islam ini; yaitu Salman Rusydi, karikaturis Denmark, dan pendeta pembakar Al-Quran tidak memperoleh dukungan, dan puluhan film anti-Islam tidak dipesan di pusat-pusat pembuatan film yang bergantung kepada para kapitalis zionis, tentu kejahatan dan dosa yang tak terampuni ini sekarang tidak akan terjadi.

5.    Hindari gesekan dan bentrokan antara Islam dan Kristen.

Peristiwa 11 September telah membuka alasan bagi presiden pelaku kriminal Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak. Ia malah mengumumkan Perang Salib. Menurut banyak laporan, ia juga menekankan bahwa Perang Salib ini akan sempurna ketika gereja memasuki arena. 

Tujuan utama aksi busuk (pembakaran Al-Quran) ini adalah dari satu sisi, permusuhan terhadap Islam di kalangan masyarakat Kristen menjadi sebuah aksi komunal, dan dengan dukungan gereja dan pendeta bisa memiliki warna agama. Dan dari sisi lain, mereka ingin melalaikan muslimin yang tengah dilanda amarah besar itu dari perkembangan Dunia Islam dan Timur Tengah.

Semua kita harus tahu bahwa peristiwa terakhir ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan gereja dan agama Kristen. Gerakan beberapa pendeta tolol yang bertindak sebagai kaki tangan (Barat) ini tidak bisa digeneralisasikan sebagai sikap ajaran Kristen. Kita seluruh muslimin tidak akan melakukan tindakan serupa untuk mencoreng simbol-simbol suci agama lain. Pertikaian antar Islam dan Kristen di kalangan umum adalah suatu hal yang diharapkan oleh aksi gila dan oleh para pencetus proyek penghinaan ini.

6.    Menuntut para petinggi Amerika supaya menghukum para pelaku penghinaan.

Para oknum yang sekarang sedang dituntut oleh seluruh muslimin adalah Amerika dan para petinggi Gedung Putih. Jika mereka jujur dalam klaim bahwa mereka tidak ikut campur tangan dalam masalah ini, maka mereka harus menghukum para pelaku asli kejahatan besar yang telah menyakitkan hati 1,5 milyar penduduk dunia ini.

Kita tidak merasa harus membuktikan kesalahan para petinggi negara tertentu. Akan tetapi, sikap yang telah diambil oleh para petinggi imperialis dunia dan para petinggi Amerika dalam menanggapi masalah menyebabkan tuduhan muslimin tertuju ke arah mereka. Mereka harus membebaskan diri mereka dari tuduhan. Mereka harus membuktikan sendiri bahwa mereka tidak memiliki campur tangan dalam kejahatan besar ini. Tetapi, membuktikan juga tidak hanya cukup dengan koaran lisan. Mereka harus dapat membuktikan dengan amal dan tindakan. Mereka harus mencegah penghinaan ini. Hanya saja, mereka tidak akan mau mencegahnya.