15 September 2012 - 17:04

Mereka harus tahu bahwa sekarang lebih dari satu setengah milyar umat Muslim di seluruh penjuru dunia rela berkorban untuk membela nilai-nilai kesucian Islam dan propaganda musuh tidak akan mampu mencegah perluasan agama Islam."

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran (14/9), Ayatullah Ahmad Jannati mengecam produksi dan penayangan film yang menistakan kesucian Nabi Muhammad Saw dan mengatakan, "Aksi penistaan ini akan berdampak kontraproduktif karena sekarang sejarah sedang bergulir menguntungkan Islam dan sedang mengalami perubahan besar…"

 

IRNA melaporkan, Ayatullah Ahmad Jannati dalam khutbah kedua shalat Jumat Tehran menyinggung aksi penistaan terhadap Rasulullah Saw dalam film yang diproduksi di Amerika Serikat dan mengatakan, "Film itu diproduksi oleh Amerika Serikat dan didanai oleh rezim Zionis serta merupakan aksi penistaan yang paling keji dan memalukan terhadap Islam."

 

Menurutnya, salah satu faktor di balik layar produksi film penistaan ini adalah membendung perluasan gelombang kecenderungan terhadap Islam dan penyebaran hakikat Islam di dunia. "Mereka harus tahu bahwa sekarang lebih dari satu setengah milyar umat Muslim di seluruh penjuru dunia rela berkorban untuk membela nilai-nilai kesucian Islam dan propaganda musuh tidak akan mampu mencegah perluasan agama Islam," tuturnya.  

 

Ditujukannya kepada seluruh umat islam, imam shalat Jumat sementara Tehran  ini menegaskan, "Jika kalian menginginkan perubahan besar dan sejarah masa lalu yaitu sejarah kezaliman, kekuatan adidaya dan penistaan terhadap bangsa-bangsa. Maka perubahan tersebut sedang terjadi karena bangsa-bangsa sekarang lebih menyadari esensi Islam yang anti-kezaliman dan mengandalkan logika, keadilan dan kebebasan."