15 September 2012 - 02:48

Majma' Ahlul Bait menyeru umat Islam di seluruh dunia khususnya pengikut Ahlul Bait agar melangsungkan demonstrasi dan mengeluarkan pernyataan kecaman serta protes mereka terhadap aksi penghinaan ini. Sekurang-kurangnya berusahalah untuk membendung film ini untuk tidak tersebar di samping memblokir gerakan permusuhan mereka.

Menurut Kantor Berita ABNA, berkenaan dengan pembuatan film yang menghina dan melecehkan kemuliaan Nabi Muhammad saw oleh warga Amerika Serikat, Majma Jahani Ahlul Bait as mengeluarkan pernyataan keras mengecam tindakan tersebut.  

Dalam pernyataan tersebut Majma' menegaskan bahwa aksi penghinaan terhadap Nabi Saw dan kedudukan suci beliau, tokoh-tokoh yang dihormati oleh agama-agama dan mazhab-mazhab tidak dapat diterima oleh semua ajaran keyakinan, "Penghinaan terhadap Nabi sebelum-sebelumnya disebabkan kejahilan dan ketidaktahuan mengenai hakikat sebenarnya dari ajaran-ajaran Ilahi dan al-Qur'an, namun gerakan yang terakhir ini sebagaimana pengakuan dari pembuat film dalam wawancara dari media AS dan Israel benar-benar sengaja sebagai agenda politik untuk merusak citra Islam.  

Pernyataan tersebut ditujukan langsung kepada warga AS yang melakukan aksi-aksi penghinaan tersebut dan menjelaskan, "AS mencoba berlepas tangan dari aksi penghinaan terhadap Nabi ini. Bisakah kita percaya bahwa Gedung Putih tidak mendapat informasi apapun dan tidak bertanggung jawab mengenai film yang diproduksi dengan modal 5 juta."

Dalam pernyataan selanjutnya Majma' Jahani Ahlul Bait menyeru kepada setiap semua umat Islam di seluruh dunia dan pencinta Nabi Saw agar menyertai demonstrasi dan mengeluarkan pernyataan kecaman. Setidaknya sebagai upaya membendung penyebaran film tersebut agar maksud pembuatnya tidak tercapai.

Pernyataan Majma' Jahani Ahlul Baity as adalah sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحیم

Firman Allah SWT:

إنَّكَ لا تُسمِعُ المَوتَى وَلا تُسمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاء إِذَا وَلَّوْا مُدبِرِين 

"Sesungguhnya engkau tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu menerima ajaranmu, dan tidak dapat menjadikan orang-orang yang tuli itu mendengar seruanmu, apabila mereka berpaling ke belakang (disebabkan keingkarannya). "

Betapa terdesak dan putus asanya musuh-musuh kemanusiaan terhadap kebangkitan umat Islam, sekali lagi mereka menunjukkan permusuhna terhadap agama Islam dengan jalan yang paling tidak beradab. Kali ini seorang sutradara film Zionis mencoba menambah besar dosanya dengan memprodukdi film yang menghina Nabi Saw dan Islam.

Dengan kerjasama Yahudi Zionis, pelarian Koptik di AS dan pendeta gila, film ini dihasilkan di AS di mana penghinaan-penghinaan terhadap Nabi dan Islam tidak dapat diterangkan dengan lisan.

Sebagai reaksi terhadap kebiadaban ini, Majma' Ahlul Bait sebagai lembaga internasional yang beranggotakan ratusan ilmuan dan cendekiawan agama dengan ini menyatakan beberapa perkara penting untuk mendapat perhatian oleh penduduk dunia:

1. Penghinaan terhadap Nabi, kesuciannya dan tokoh-tokoh yang dihormati oleh agama-agama dan mazhab-mazhab tidak dapat diterima oleh semua ajaran. Oleh karena itu barangsiapa yang melakukan penghinaan terhadap Nabi Saw tidak termasuk dalam kalangan pengikut agama dan ajaran keyakinan manapun, bahkan mereka adalah pengikut Syaitan.

2. Sebagaimana yang telah diketahui pemikiran Islam-fobia memuncak sejak peristiwa 11 September dengan menunjukkan aksi-aksi dalam bentuk seni, lukisan karikatur, pembakaran al-Quran dan penghasilan film. Meskipun penghinaan sebelum ini terhadap Nabi Saw disebabkan kejahilan terhadap realitas ajaran-ajaran hikmah Ilahi dan al-Quran, namun gerakan terkini (sebagaimana yang dinyatakan oleh sutradara film tersebut dalam wawancara bersama media Amerika Serikat dan Israel) benar-benar jelas, secara sengaja mempunyai agenda politik untuk merusak citra Islam.

3. Selain adegan-adegan yang tidak bermutu sama sekali, salah satu hal aneh dalam film tersebut adalah memperkenalkan umat Islam sebagai individu-individu tukang siksa dan haus darah. Mereka tanpa segan mengaitkan semua terror dan pembunuhan kepada umat Islam padahal hakikatnya kebanyakan pembunuhan dan pembantaian  dalam film tersebut dilakukan oleh militer Amerika, Zionis dan Barat terhadap rakyat Palestina, Irak dan Afghanistan beberapa tahun belakangan ini termasuk juga kekejian mereka di penjara Guantanamo dan Abu Ghraib. Meskipun demikian Islam adalah agama damai dan Nabi Saw adalah rahmat bagi seluruh alam (sebagaimana kesaksian Allah Swt dalam al-Quran).

4. Dengan itu tangan umat Islam sejatinya tidak pernah tercemar dengan provokasi, penyiksaan dan keganasan; melainkan kelompok-kelompok bertopengkan Islam Takfiriyah dan Wahabi sebenarnyalah yang aktif melakukan terror dan keganasan yang justru mendapat dukungan Amerika dan Barat, secara moril dan material.

5. Penyediaan dan penayangan film tersebut oleh individu-individu yang berkaitan dengan negara-negara yang baru menggerakkan revolusi di Utara Afrika (seperti Mesir), menunjukkan kemarahan Amerika dan Zionis terhadap musim semi kebangkitan Islam di Negara-negara kawasan. Pihak Zionis dan Amerika melihat kepentingan mereka di kawasan tersebut sudah hilang dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya.

6. Pemerintah Amerika Serikat sadar tentang kemarahan umat Islam dan berusaha untuk berlepas diri dari aksi-aksi penghinaan tersebut. Namun akan kita mudah percaya bahwa  Gedung Putih tidak mendapat informasi apapun dan tidak bertanggung jawab tentang produksi film yang bermodalkan 5 juta dolar termasuk aksi mereka yang tidak waras tersebut?

7. Meskipun kita tidak menekankan terjadinya pembunuhan dan penyerangan diplomat politik, namun Amerika dan Zionis sudah tahu bahwa pembunuhan staf-staf Amerika di Libya, atau serangan kedutaan Amerika di Mesir mencerminkan reaksi yang pasti akan terjadi oleh umat Islam karena penghinaan tersebut. Jika pemerintah AS mendiamkan diri dalam tindakan pembakaran al-Quran oleh paderi Terry Jones, atau menghukum militer mereka yang menghina kesucian Islam di Bagram Afghanistan, niscaya mereka tidak akan menyaksikan diplomat dan rakyat mereka menjadi korban.

8. Oleh karena itu Majma' Ahlul Bait menyeru umat Islam di seluruh dunia khususnya pengikut Ahlul Bait agar melangsungkan demonstrasi dan mengeluarkan pernyataan kecaman serta protes mereka terhadap aksi penghinaan ini. Sekurang-kurangnya berusahalah untuk membendung film ini untuk tidak tersebar di samping memblokir gerakan permusuhan mereka.

Selain itu umat Islam perlu mengontrol diri masing-masing agar tidak melakukan aksi kekerasan seperti melakukan penyerangan dan pengrusakan yang dapat menelan korban jiwa. Hendaklah protes dilakukan secara rasional dan aman dengan bersungguh-sungguh dan berkelanjutan.

9. PBB, institusi-institusi dan badan hak asasi manusia diharap dapat membendung kezaliman kebudayaan yang anti-kemanusiaan ini agar tidak terulang kembali. Mustahil pertumpahan darah dapat dihentikan jika penghinaan terhadap akidah-akidah (atas nama kebebasan) tidak dicegah.

10. Terakhir, kepada para pejabat baru negara-negara revolusi sekawasan: Amerika Serikat dan Barat sekarang ini berusaha menggulingkan revolusi rakyat, darah syuhada dan kalian menjadi seperti tentara upahan sebagaimana orang sebelum kamu dengan janji-janji uang dan kekuasaan politik. Namun sebagai mana yang kamu lihat hari ini, mereka bukanlah sahabat Islam dan umatnya. Oleh karena itu dengarkanlah seruan Islam dan tuntutan rakyat kamu dan jangan jual kepercayaan rakyat kepada AS dan sekutunya. Ketahuilah kekuasaan yang sejati adalah Iman kepada Allah SWT dan mengabdi kepada umat Islam.

Majma' Jahani Ahlul Bait

13 September 2012