Menurut Kantor Berita ABNA, Pemerintah Kanada memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Menteri Luar Negeri Kanada, John Baird dalam statemennya Jumat (7/8) mengatakan Ottawa menutup kedutaan besarnya di Tehran dan memberikan kesempatan kepada para diplomat Iran di Kanada hingga lima hari untuk segera meninggalkan negara ini. Aksi pemutusan hubungan diplomatik Itu diikuti rangkaian keputusan sepihak seperti penolakan visa bagi warga Iran, pembekuan rekening warga Iran di Kanada, dan pemutusan tranfer uang bagi mahasiswa Iran di Kanada.
Baird berdalih bahwa keputusan Kanada ini diambil akibat dukungan Tehran terhadap Suriah. Di bagian lain, Baird juga menilai permusuhan Republik Islam Iran terhadap Israel termasuk di antara alasan penutupan Kedubes Kanada di Tehran.
Sebelumnya, dalam konferensi "Friends of Syria" di Istanbul, Baird juga menyatakan bahwa pemerintah Kanada mengucurkan bantuan senilai satu juta dolar bagi oposisi bersenjata Suriah. Tidak hanya kepada Iran, Kanada juga telah memberlakukan boikot terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad, termasuk boikot terhadap 12 pejabat dan dua perusahaan minyak negara itu.
Klaim John Baird mengenai dukungan Tehran terhadap Damaskus sebagai rezim pelanggar hak asasi manusia mengemuka di saat Kanada sendiri tercatat menghadapi sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, terutama diskriminasi terhadap warga pribumi dan imigran.
Sekjen Amnesti Internasional, Salil Shetty mengecam keras standar ganda yang diterapkan pemerintah Ottawa dalam penegakkan hak asasi manusia. Beberapa waktu lalu, pemerintah Kanada secara resmi mengakui menggunakan cara-cara kekerasan termasuk penyiksaan untuk memaksa tersangka mengakui perbuatannya. Sontak pengakuan ini memicu kecaman keras dari media massa dan aktivis hak asasi manusia dalam negeri Kanada sendiri. Sebab, selama ini negara yang getol menyuarakan penegakkan hak asasi manusia di negara lain itu ternyata melakukan pelanggaran HAM. Di sisi lain aksi kekerasan yang dilakukan petugas keamanan Kanada dalam memberangus protes mahasiswa di kota Quebec memicu kecaman aktivis kemanusiaan dari dalam dan luar negeri negari.
Para analis menilai keputusan terbaru anti-Iran yang dilancarkan Kanada merupakan bagian dari skenario Barat, terutama Inggris terhadap Tehran. Belum lama ini Iran berhasil menggelar KTT GNB ke-16 di Tehran yang dihadiri delegasi dari 120 negara dunia. Padahal sebelumnya media massa mainstream dan pemimpin negara-negara Barat gencar melancarkan propaganda menggembosi acara itu supaya even terbesar gerakan non blok itu tidak dihadiri oleh negara-negara dunia.
Lebih dari setahun lalu gelombang tekanan sanksi Barat terhadap Tehran gagal menjegal kemajuan Iran, dan kandas mengucilkan Iran di kancah internasional. Dan sepak terjang emosional dan tergesa-gesa Kanada memutuskan hubungan bilateral dengan Iran merupakan bentuk ketidaksiapan para pejabat teras Ottawa menerima realitas itu.