Menurut Kantor Berita ABNA, aksi unjuk rasa memenuhi badan-badan jalan dilakukan warga Iran di Teheran (ibu kota Iran) setelah shalat Jum'at dengan memprotes kezaliman rezim Al Khalifah. Menurut laporan Agency Berita Iran (IRNA) rakyat Iran dalam aksi unjuk rasa tersebut menggaungkan slogan anti rezim Bahrain dan Amerika Serikat.
Para pengunjuk rasa dalam aksi demonstrasi tersebut membawa berbagai spanduk yang bertuliskan kalimat kecaman terhadap AS dan konspirasinya di kawasan Timur Tengah. Para demonstran pun menyatakan kemarahan dan kutukannya terhadap turut campur tangannya Arab Saudi mengirimkan tentara ke Bahrain sejak 13 Maret yang banyak menumpahkan darah warga sipil Bahrain yang tidak berdosa.
Rezim Al Khalifah mendapat kecaman keras setelah pasukan keamanannya yang didukung oleh kerajaan Saudi menyebabkan kematian remaja Bahrain berusia 14 tahun Ali Jawad, dipenghujung bulan Agustus lalu dan menangkapi ulama Syiah Bahrain Sayyid Muhammad Al Alawi dan Syaikh Abdul Adim al Muhtadi di Manama.
Jawad dibunuh hanya berselang tiga hari setelah raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifah muncul dilayar televisi dan menyatakan akan memberikan pengampunan kepada para demonstan yang tertangkap sejak aksi kebangkitan rakyat pada pertengahan Februari lalu. Di samping itu dia turut berjanji untuk kembali memulihkan kondisi yang ada dengan kembali mempekerjakan dan menyekolahkan kembali warga-warga yang sebelumnya disingkirkan karena turut dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah.
Ucapan di layar TV tersebut serta merta menuai protes rakyat Mesir karena menganggap pengampunan tersebut sebagai penghinaan terhadap aktivis politik yang masih tertahan di penjara rezim atas tuduhan aksi mereka menimbulkan kebencian rakyat terhadap pemerintah.
Pada Jumaat lalu, ribuan penunjuk perasaan mengadakan demonstrasi di Manama dengan menekankan tuntutan pengunduran rezim dari singgasana pemerintahan.
Perarakan tersebut digelar 'Demonstrasi Jumaat' dan dianjurkan oleh partai oposisi terbesar, Al-Wefaq sambil menegaskan para demonstran tidak akan berhenti dari tuntutan mereka.
Protes ini dianjurkan sesaat setelah ulama senior Bahrain, Syeikh Isa Qassim berkata, bahwa tindakan keras kerajaan terhadap pengunjuk rasa anti-rezim telah mengukuhkan tekad dan kesungguhan mereka berjuang untuk hak-hak mereka dan penggunaan taktik ancaman oleh pihak kerajaan gagal memberangus semangat perlawanan rakyat Bahrain.