2 Agustus 2011 - 19:30

Berbeda dengan kebanyakan negara lainnya yang telah memulai bulan Ramadhan tanggal 1 Agustus 2011, berdasarkan sidang itrsbat yang dilakukan tim-tim ru'yah oleh para daftar maraji, di Iran awal Ramadhan jatuh bertepatan dengan tanggal 2 Agustus 2011.

Menurut Kantor Berita ABNA, upaya tim ru'yah utusan resmi dari beberapa daftar Marja Taklid khususnya sekitar 150 tim ru'yah dari kantor resmi Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk melihat hilal sebagai petanda masuknya awal bulan Ramadhan tidak membuahkan hasil, sehingga terhitung masih termasuk bulan Sya'ban. Karenanya ulama-ulama marja taklid menyampaikan bahwa awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa, 2 Agustus 2011.

Pengumuman Kantor Resmi Rahbar

Karena hilal tidak terlihat pada hari Senin 1 Agustus 2011 maka kantor resmi Rahbar menetapkan bahwa kemarin adalah hari terakhir bulan Sya'ban dan selasa 2 Agustus 2011 sebagai hari pertama bulan Ramadhan. Berikut teks lengkap pernyataan tersebut:

Bismillahirrahmanirahim

Kami sampaikan pengumuman kepada saudara-saudara kaum muslimin dan mukminin se Iran, bahwa tim ru'yah yang telah disebar diberbagai penjuru negeri tidak melihat hilal pada hari senin 1 Agustus 2011. Dengan demikian ditetapkan bahwa hari senin 1 Agustus sebagai tanggal 30 Sya'ban 1432 H. Namun bagi yang hendak mendapatkan pahala puasanya bisa tetap menjalankan puasa dengan niat puasa sunnah atau puasa qadha.

TTD

Kantor Resmi Rahbar

Pengumuman Kantor Resmi Marja yang lain

Kantor resmi Hadhrat Ayatullah Wahid Khurasani, Ayatulullah Sistani, Ayatullah Makarim Syirazi dan beberapa ulama marja lainnya ketika menjawab pertanyaan dari wartawan ABNA menyatakan bahwa senin sebagai hari terakhir bulan Sya'ban dan selasa 2 Agustus 2011 sebagai hari pertama bulan Ramadhan.

Sementara kantor resmi Hadhrat Ayatullah Shafi Gulpagani, Ayatullah Nuri Hamadani, Ayatullah Gurgani dan Ayatullah Musawi menyatakan senin 1 Agustus 2011 sebagai yaumul syak hari yang diragukan.