21 Maret 2011 - 20:30

"Apa yang terjadi di Bahrain bukanlah kebangkitan satu ummat, melainkan kebangkitan yang dipicu oleh perbedaan mazhab dan sifatnya sektarian, sehingga tidak bisa disamakan dengan kebangkitan yang terjadi di Tunisia, Mesir dan Libiya."

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Yusuf Qhardawi ketua persatuan Ulama Islam se Dunia menyikapi gejolak yang terjadi di Libiya dan Mesir sebagai perlawanan rakyat menghadapi rezim diktator yang zalim dan menyatakan dukungannya. Namun terkait dengan pergolakan rakyat di Arab Saudi dan Bahrain, Yusuf Qhardawi justru menyatakan sesuatu yang berbeda.

Dalam khutbah Jum'atnya di Doha ibu kota Qatar, Yusuf Qhardawi menyebut adanya perbedaan antara kebangkitan rakyat di Tunisi, Libiya dan Mesir dengan kebangkitan yang terjadi di Bahrain. Ia berkata, "Apa yang terjadi di Bahrain bukanlah kebangkitan satu ummat, melainkan kebangkitan yang dipicu oleh perbedaan mazhab dan sifatnya sektarian, sehingga tidak bisa disamakan dengan kebangkitan yang terjadi di Tunisia, Mesir dan Libiya."

 

Ulama yang salah satu anaknya menyatakan masuk Syiah ini, lebih lanjut menyebutkan bentuk perbedaan lain antara kebangkitan di beberapa Negara Arab dengan kebangkitan yang terjadi di Bahrain bahwa kebangkitan di Bahrain dipicu sikap anti Sunni rakyat Bahrain yang mayoritas Syiah, bukan karena menentang pemerintahan yang zalim. "Revolusi yang terjadi di 4 negara Arab, Tunisia, Mesir, Yaman dan Libia, saya bersaksi bahwa revolusi tersebut adalah kebangkitan rakyat menghadapi penguasa yang zalim."

 

Dengan pernyataan Qhardawi sebagai ulama Islam yang telah mempelajari dan mengajarkan ilmu-ilmu syariat, ia harus menjelaskan lebih detail, apakah selama ini pemerintahan Bahrain telah adil terhadap rakyatnya yang mayoritas Syiah? Apa perbedaan antara tindakan Husni Mubarak dan Qhadafi dengan Ali Khalifah dalam hal membantai rakyat sendiri? Apakah pembantaian rezim Bahrain yang dibantu dengan tentara asing sewaan tiba-tiba bisa dibenarkan karena yang dibantai oleh umat Syiah?

 

Apa yang telah disebutkan Yusuf Qhardawi adalah fitnah belaka, sebab unjuk rasa rakyat Bahrain atas rezim Hakim, bukan hanya hanya dilakukan oleh umat Syiah belaka, namun juga warga Bahrain yang Sunni turut bergabung dalam aksi jalanan menentang kezaliman rezim yang telah lama menjalin persengkongkolan dengan AS ini.