Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Nuri Hamadani ketika ditanya terkait masalah pelarangan hijab di Azerbaijan menekankan agar aturan itu segera dihapus.
Berikut sebagian dari nukilan isi surat kelompok pelajar Azerbaijan yang ditujukan kepada Ayatullah Nuri Hamadani:
…. Kami tujukan pada yang terhormat dimana kini serangan pada agama Islam di Azerbaijan semakin menjadi-jadi baik perusakan masjid, penghinaan kepada para ruhaniawan, dan penghinaan kepada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw. Dimana dengan inayah Allah swt dan usaha keras masyarakat dan bantuan dari para Marja Taqlid hal itu sudah dapat diselesaikan. Namun akhir-akhir ini Pemerintah Azerbaijan melarang pemakaian hijab dan pakaian Islam di dunia pendidikan dan ini menyebabkan protes dari masyarakat. Pada yang terhormat kami berharap bisa membantu memecahkan permasalah yang sedang dihadapi Umat Islam Azerbaijan.
Ayatullah Nuri Hamadani memberikan tanggapannya.
Dengan menyebut AsmaNya yang Maha Tinggi
Permasalahan yang anda hadapi adalah salah satu program yang dicanangkan oleh Negara-negara barat. Program yang ditujukan untuk memerangi agama Islam yang mulia. Mereka merasa takut dengan hijab yang dikenakan kaum wanita.
Tunggulah dengan desakan masyarakat Azerbaijan sebagai salah satu Negara dengan penduduk mayoritas muslim yang tentunya merasa wajib untuk menjaga hijab permasalahan itu akan terpecahkan....
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Misir Mardanov Mentri Pendidikan Azerbaijan pada 22 November 2010 secara resmi menyatakan bahwa para pelajar yang mengenyam pendidikan di pusat pendidikan milik pemerintah harus memakai pakaian seragam. Sebagian dari para pimpinan sekolah kota Bako dengan berdasarkan hukum itu sudah melarang para pelajar yang mengenakan hijab untuk ikut dalam kegiatan belajar mengajar. Keberadaan peraturan itu menjadi penyebab demonstrasi masyarakat Azeri yang berada di Azerbaijan sendiri maupun yang berada diluar negeri khususnya dibawah dukungan para Marja dan mujtahid Hauzah ilmiah Qom serta Najaf. (*)