16 Oktober 2010 - 20:30

Presiden dalam pertemuan dengan ulama Lebanon berkata, "Keyakinan pada penegak keadilan di akhir zaman adalah pemersatu agama-agama yang ada. Para ulama berbagai agama bisa menempatkan tema-tema dan permasalahan mendasar kemanusiaan diatas meja kerja mereka untuk dicari jalan pemecahannya."

Menurut Kantor Berita ABNA, presiden Ahmadinejad  kamis (14/10) dalam pertemuannya dengan para ulama dan rohaniawan Lebanon mengajak mereka untuk menganalisa dan mencari solusi permasalahan mendasar manusia dan berusaha membenahi kondisi dunia. Dalam kesempatan itu, beliau menyebutkan bahwa manusia adalah tujuan dari penciptaan segala sesuatu, maka kapasitas manusia tidaklah terbatas dalam sekat kabilah, kaum, kesukuan, kebangsaan, kenegaraan atau yang lain namun  jauh lebih utama dibanding semua itu adalah bahwa manusia adalah sosok yang universal. 

Presiden Republik Islam Iran ini mengingatkan bahwa Tuhan yang Maha Tinggi telah menyampaikan hidayah bagi manusia, sebagai manusia sempurna dan selain itu agama adalah sesuatu yang universal dan menyeluruh walaupun pada kenyataannya agama yang didapati ditengah masyarakat baru sekadar kebutuhan atau kemampuan penerimaan masyarakat atas agama itu sendiri. Namun pada dasarnya agama adalah suatu hakekat kebenaran tunggal dan cakupannya adalah seluruh alam semesta.

Beliau dengan menekankan pada persatuan dan mengedepankan poin-poin yang sama dari kedua belah pihak berkata, ”Kewajiban  setiap pengikut agama adalah sama dengan tugas para nabi, dijaman ini ajakan pada Tuhan yang esa, keadilan, tujuan suci dan mulia adalah tugas utama orang-orang yang beragama, selain itu, semua memiliki ketergantungan pada utuhnya persatuan."

Doktor Ahamadinejad menyatakan bahwa permasalahan urgen dari manusia sekarang ini adalah jauhnya mereka dari tugas utama kemanusiaan berupa penyembahan pada zat yang Esa dan kehausan pada keadilan. "Pada saat ada beberapa gelintir manusia di dunia yang menyembah Tuhan yang Esa, disisi lain ada juga yang menyembah banyaknya tentara, kekuatan dan kekayaan, berhala-berhala modern serta konsepsi penanaman modal Penyembah tipe kedua inilah sebab utama dari semua perselisihan di dunia." Tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa semua agama langit mempercayai adanya orang yang akan bangkit dikemudian hari, dia akan menegakkan hukum keadilan dan rasa cinta didunia. Menurutnya, hal ini bisa dijadikan sebagai titik persatuan dan pergerakan yang sama diantara umat beragama. Persatuan tidak hanya bermakna penafian sosok yang lain tapi ini juga berarti bentuk penghormatan pada bangsa dan negara-negara lain. Dan jika semua berlandaskan pada pengesaan pada Tuhan, penyembahan pada zat yang Esa serta berpatokan pada keadilan maka tidak akan terjadi simpang siur diantara penduduk dunia.

Selanjutnya, Ahmadi Nejad dengan melihat pada nilai penting keberadaan Republik Islam Iran diantara negara-negara lain dan berbagai kejadian didunia memaparkan  bahwa Sekarang ini, Iran adalah simbol negara yang haus akan keadilan atas berbagai kelompok dan madzhab dunia. Beliau menekankan bahwa iran bukanlah bermakna ras dan kebangsaan semata, melainkan  Iran lebih mengedepankan pada persatuan, penyembahan pada satu Tuhan, dan keadilan.  Ahmadinejad sangat menekankan masalah Imam Zaman dan berkata, ”Para pengikut berbagai agama bisa mempersiapkan sarana untuk kedatangan beliau yaitu dengan memperbaiki keadaan dunia dengan saling menyokong satu dengan yang lain serta bertujuan sama."

Pada pertemuan ini beberapa orang ulama dan para pegiat agama dari berbagai kelompok dan madzhab yang berbeda-beda melakukan dialog interaktif terkait agama dan bagaimana menyebarkannya, mereka berkata, ”Iran dengan melihat segi sejarahnya yang mendalam dan kebudayaan Islam yang dimiliki bisa menjadi pemimpin pendekatan antar mazhab di dunia."

Mereka dengan berlandaskan pada keteguhan Iran dihadapan Zionis  dan negara-negara yang takabbur mengatakan bahwa orang-orang yang tertindas didunia mengharapkan Iran sebagai pemberi payung bantuan dan kegigihan Iran dihadapan para Zionis merupakan persembahan bagi seluruh pengikut berbagai agama.