Menurut Kantor Berita ABNA, Hamid Muhammadi berkenaan dengan tindakan penghinaan terhadap kitab suci Al-Qur’anul Karim berkata, “Dengan tujuan menyebarkan ajaran-ajaran Islam, kami telah mencetak Al-Qur’an dan menyebarkannya.”
Beliau menambahkan, “Dengan menjalin kerjasama dengan pusat perluasan dan penyebaran aktivitas Qur’ani negara, kami telah menerbitkan 2 ribu Al-Qur’an dengan huruf Braille untuk kaum tunanetra.”