Menurut Kantor Berita ABNA, pihak keamanan Pakistan sampai saat ini belum juga berhasil menemukan pelaku dan dalang dibalik terbunuhnya 450 warga Syiah dalam 6 tahun terakhir namun pada peristiwa peledakan yang merenggut 73 nyawa warga Syiah pada hari al-Quds di Quitah, tudingan pelaku peledakan justru ditujukan kepada tokoh Syiah. Imam Jum’at Syiah kota Quitah Hujjatul Islam Sayyid Muhammad Hasyim Musawi dituduh sebagai dalang dibalik peristiwa peledakan tersebut dan beberapa hari sebelumnya bersama 3 orang lainnya digelandang pihak keamanan Pakistan dan dijebloskan ke dalam penjara.
Namun karena adanya aksi demonstrasi warga Syiah se Pakistan terhadap penangkapan dan pemenjaraan tersebut, pihak keamanan Pakistan terpaksa kemarin (15/9) memenuhi tuntutan para demonstran dan membebaskan beliau dari penjara.
Beberapa hari sebelumnya, Musawi ditangkap di jalan ‘Alimdar kota Quitah. Pihak kepolisian mengumumkan alasan penangkapan adalah demonstrasi al-Quds pada hari Jum’at terakhir bulan Ramadhan, dan warga terprovokasi melakukannya karena mendengar khutbah yang disampaikannya. Namun alasan sebenarnya disampaikan oleh walikota Bilucaston, Muhammad Islam Raisani, bahwa penangkapan tersebut atas permintan kedutaan besar Amerika Serikat yang meminta agar pemerintah Pakistan segera mengendalikan situasi yang kacau akibat jutaan warga Syiah yang melakukan aksi unjuk rasa atas tragedi peledakan bom pada hari al-Quds. Namun penangkapan tokoh Syiah tersebut justru menimbulkan aksi yang lebih besar, sehingga pihak keamanan Pakistan terpaksa membebaskannya kembali.