26 Oktober 2026 - 22:32
Bandara-Bandara Arab Saudi Menghadapi Tekanan Maksimal, Yaman Terapkan Strategi Blokade Dibalas Blokade

Angkatan Bersenjata Yaman memperluas serangan terhadap bandara-bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi sebagai respons atas serangan udara Saudi di berbagai wilayah Yaman.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Dalam dua hari terakhir, Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan operasi serangan paling luas ke wilayah dalam Arab Saudi sebagai respons atas serangan udara Saudi yang mengakibatkan puluhan warga sipil Yaman tewas dan terluka.

Operasi tersebut dimulai dua hari lalu dengan menyerang Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam, serta fasilitas perusahaan Aramco di sejumlah wilayah.

Serangan terus berlanjut hingga kemarin, mencakup wilayah dari Riyadh hingga Jeddah serta sejumlah kota di bagian selatan Arab Saudi.

Berdasarkan laporan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar, sebagaimana dalam berbagai peristiwa sebelumnya, Arab Saudi kembali berusaha menuduh Yaman menyerang Kota Suci Makkah dan Madinah di tengah tekanan akibat serangan tersebut.

Tuduhan itu dibantah oleh Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, yang menyebutnya sebagai fitnah terbesar. Ia menegaskan bahwa pasukan Yaman hanya menargetkan fasilitas Aramco dan bandara-bandara milik pihak Saudi yang mereka anggap sebagai musuh.

Menurut sejumlah sumber militer di Sana'a yang memberikan keterangan kepada Al-Akhbar, operasi militer tidak berhenti selama dua hari terakhir dan merupakan operasi paling luas sejak meningkatnya ketegangan pada 20 Juli lalu.

Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman belakangan ini telah memasuki tahap penerapan kebijakan tekanan maksimal.

Berdasarkan berbagai pernyataan yang diterbitkan, Angkatan Bersenjata Yaman telah menjadikan Bandara Raja Khalid sebagai sasaran prioritas.

Dalam sebuah pernyataan terbaru, mereka kembali memperingatkan seluruh maskapai penerbangan internasional, para pekerja, dan penumpang mengenai bahaya penggunaan bandara tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa operasi terhadap bandara itu akan terus berlangsung.

Peringatan tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi yang berencana memulihkan aktivitas bandara secara bertahap mulai kemarin.

Sebelumnya, serangan Angkatan Bersenjata Yaman pada awal Oktober telah menyebabkan bandara tersebut ditutup.

Kerusakan Bandara-Bandara Arab Saudi dan Gangguan Penerbangan

Sejumlah sumber militer di Sana'a mengonfirmasi kepada surat kabar Al-Akhbar bahwa Bandara Raja Khalid telah menjadi sasaran beberapa rudal berat selama dua hari terakhir.

Menurut sumber-sumber tersebut, serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada berbagai bagian bandara. Mereka juga menyatakan bahwa operasi terus dilanjutkan dengan tujuan menghentikan aktivitas bandara-bandara lainnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis Saudi melaporkan bahwa aktivitas Bandara Raja Fahd di Dammam telah beberapa kali terhenti sejak dini hari kemarin.

Situs-situs pemantau lalu lintas udara juga melaporkan adanya gangguan operasional di Bandara Internasional Raja Abdulaziz, Jeddah, sepanjang hari sebelumnya.

Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, membenarkan adanya serangan pasukan Yaman terhadap Riyadh dan sejumlah wilayah lain di Arab Saudi pada dini hari kemarin.

Ia mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat sejumlah serangan tersebut.

Kantor berita AFP juga melaporkan terjadinya kebakaran di sebuah fasilitas minyak Arab Saudi di Riyadh. Mengutip sejumlah sumber, AFP menyebutkan bahwa kepulan asap terlihat membubung di sekitar Bandara Raja Khalid.

Berbagai peringatan yang dikeluarkan Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi juga menunjukkan bahwa serangan rudal Angkatan Bersenjata Yaman ke wilayah dalam Arab Saudi terus berlangsung selama dua hari terakhir.

Yaman: Pembukaan Kembali Bandara Riyadh Bergantung pada Beroperasinya Bandara Sana'a

Seorang sumber militer Yaman dalam wawancara dengan surat kabar Al-Akhbar menegaskan bahwa keputusan untuk mengoperasikan kembali Bandara Raja Khalid tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Riyadh, melainkan bergantung pada dipulihkannya aktivitas Bandara Sana'a.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa strategi “bandara dibalas bandara” telah ditetapkan dengan jelas. Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan menggagalkan setiap upaya untuk mengakhiri blokade udara yang diberlakukan terhadap Bandara Raja Khalid.

Mereka juga akan terus menghentikan aktivitas bandara-bandara lainnya hingga Arab Saudi memenuhi tuntutan yang dianggap sebagai hak sah rakyat Yaman. Serangan terbaru terhadap bandara-bandara Arab Saudi dilancarkan sebagai respons atas serangan udara pesawat tempur Saudi terhadap kota Sana'a, Hodeidah, Taiz, dan Saada.

Jumlah serangan udara tersebut dilaporkan melampaui 100 kali, mengakibatkan 21 warga sipil Yaman tewas dan lebih dari 50 orang lainnya terluka. Sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Perluasan Serangan ke Wilayah Selatan dan Timur Arab Saudi

Dalam kerangka strategi penangkalan dan respons langsung, Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan serangan besar-besaran terhadap sasaran militer dan ekonomi di wilayah selatan Arab Saudi dengan menggunakan satuan rudal dan pesawat nirawak.

Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, membenarkan adanya serangan terhadap wilayah selatan Arab Saudi dan menyatakan bahwa lebih dari 14 rudal dan drone digunakan dalam operasi tersebut.

Namun, sejumlah pengamat di Sana'a menilai bahwa pengakuan al-Maliki terhadap sebagian serangan itu dapat menunjukkan bahwa operasi Yaman telah menimbulkan kerusakan yang lebih besar terhadap Arab Saudi.

Menurut para pengamat tersebut, di satu sisi Arab Saudi menghadapi penyusutan persediaan rudal pertahanan udaranya. Di sisi lain, biaya yang harus ditanggung akibat serangan semakin meningkat karena jangkauan operasi telah meluas dari wilayah selatan hingga timur negara tersebut.

Serangan di Dalam Wilayah Yaman: Posisi Pasukan Sekutu Arab Saudi Menjadi Sasaran

Di dalam wilayah Yaman, Angkatan Bersenjata Yaman juga melanjutkan operasi pendahuluan terhadap lokasi-lokasi konsentrasi pasukan yang berafiliasi dengan Arab Saudi di Provinsi Lahij dan Aden pada hari sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan bahwa mereka telah menyerang Kamp Al-Nasr dan pangkalan militer angkatan laut di Kota Aden. Persiapan pangkalan tersebut berada di bawah pengawasan para perwira Saudi yang dipimpin Brigadir Jenderal Staf Badr Salah al-Harbi.

Sejumlah sumber lokal di Lahij juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan pasukan Dara' al-Watan (Perisai Tanah Air) menghadapi operasi serupa.

Selain itu, Pusat Informasi Perang Angkatan Bersenjata Yaman merilis sejumlah gambar yang memperlihatkan serangan terhadap pasukan sekutu Arab Saudi di Front Al-Fulaihah, wilayah selatan Provinsi Ma'rib.

Pengawasan atas front pertempuran tersebut berada di bawah tanggung jawab Brigadir Jenderal Saudi Faris al-Shammari.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha