Menurut laporan kantor berita Abna, situs Amerika Axios melaporkan bahwa pengaruh postingan Donald Trump, presiden AS, terhadap harga minyak telah menurun seiring waktu dibandingkan dengan minggu-minggu awal perang Iran.
Berdasarkan laporan ini, Trump dari 28 Februari hingga 19 Agustus telah menerbitkan 269 postingan di media sosial yang merujuk pada Iran atau Selat Hormuz.
Dalam laporan ini, mengutip Ben Cahill, analis terkemuka masalah minyak, disebutkan bahwa minggu-minggu awal perang Iran menyaksikan kekosongan informasi dan ketidakpastian tentang kebijakan AS dan tujuan Washington, yang menyebabkan pasar global bereaksi berlebihan terhadap postingan Trump. Namun, pasar global sudah beberapa bulan tidak lagi peduli dengan postingan Trump karena mereka tahu bahwa postingan itu tidak mencerminkan kenyataan. Banyak pernyataan Trump tentang Selat Hormuz dan tujuan perang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan volume minyak yang melintasi jalur air ini.
Ia menambahkan: "Gedung Putih dalam 2 bulan pertama perang sebagian besar mampu menguasai ruang media dan mencegah kenaikan harga minyak, tetapi pengaruh ini menurun seiring waktu."
Komentar Anda