Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Korps Garda Revolusi Islam dalam beberapa hari terakhir, menyusul serangan-serangan brutal pasukan agresor Amerika yang berasal dari wilayah Yordania, memberikan respons yang tepat terhadap pangkalan-pangkalan tersebut. IRGC juga mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang ditujukan kepada rakyat Yordania untuk menyadarkan mereka agar melawan keberadaan pangkalan-pangkalan penjajah di negara tersebut.
Dalam salah satu bagian pernyataan itu kepada rakyat Yordania disebutkan:
“Tanah suci Yordania adalah tempat berpijaknya para nabi, dan bukan tempat bagi para penjajah serta penjahat internasional. Harapan umat Islam kepada kalian, rakyat yang mulia dan pemberani — yang lebih dari bangsa mana pun telah menyaksikan secara langsung kejahatan Amerika dan rezim Zionis terhadap Palestina yang tertindas — adalah agar kalian mengakhiri kehadiran tentara Setan Besar di tanah kalian, dan jangan biarkan tanah suci itu menjadi titik awal serangan agresif terhadap wilayah negara-negara Islam serta alat pemaksaan terhadap bangsa Palestina.”
Setelah keberhasilan operasi IRGC terhadap pangkalan Amerika di Yordania, Humas IRGC mengeluarkan pernyataan untuk menyampaikan penghargaan kepada rakyat Yordania:
“Wahai rakyat mulia dan tentara mujahid Yordania, kami berterima kasih atas kerja sama tulus dan informasi akurat kalian yang menyebabkan para pejuang Islam mampu melakukan penargetan secara tepat dan menghancurkan 20 hanggar tempat pasukan tentara Amerika pembunuh anak-anak ditempatkan di kawasan al-Azraq, serta menewaskan puluhan pasukan teroris Amerika. ... Sekali lagi kami berterima kasih atas usaha dan kerja sama kalian yang dengan menjalankan kewajiban syar’i telah membuka jalan bagi pembebasan al-Quds yang mulia. Jangan lewatkan kesempatan apa pun untuk merusak lembaga-lembaga Amerika dan mengusir tentara penjajah Amerika dari Yordania.”
Sayyid Reza Sadr al-Husseini, pakar Asia Barat, dalam wawancara dengan ABNA, dengan merujuk pada pengaruh pernyataan-pernyataan terbaru IRGC yang ditujukan kepada rakyat mulia Yordania, menyatakan: Sebagian besar penduduk Yordania terdiri dari warga Palestina yang terusir dari tanah air mereka. Mereka memiliki pandangan anti-Zionis dan mengetahui dengan baik bahwa rezim Zionis didukung oleh Amerika. Dengan latar ini, IRGC, sesuai misi globalisasi Revolusi Islam dan Islam jihadi, selalu berusaha menciptakan kondisi di kawasan agar Amerika tidak dapat dengan mudah mengarahkan persamaan politik dan keamanan kawasan demi kemenangan, keberhasilan, dan penguatan posisi rezim Zionis.
Ia melanjutkan: Namun sayangnya, para pemimpin pemerintahan di kawasan, karena ketergantungan mereka yang sangat kuat kepada Amerika, turut menjadi bagian dari seluruh kebijakan regional Amerika, yang poros utamanya adalah menjamin keamanan dan kekuatan rezim Zionis. Atas dasar itu, dengan memperhatikan penguasaan intelijen IRGC yang akurat terhadap titik awal serangan, dan dengan adanya kesyahidan 168 anak sekolah dasar Syajarah Tayyibah di Minab serta berbagai kejahatan yang dilakukan Amerika selama perang 40 hari melalui peluncuran rudal atau penerbangan pesawat dari wilayah Yordania, maka respons militer yang layak telah diberikan terhadap kejahatan-kejahatan tersebut.
Dengan menekankan pentingnya penyadaran rakyat kawasan dalam kondisi saat ini, ia menjelaskan: Tentu saja respons militer adalah satu sisi dari persoalan, dan itu sangat penting. IRGC dengan ketelitian tinggi melalui rudal-rudalnya telah memberikan respons militer yang diperlukan terhadap titik awal serangan-serangan tersebut. Namun persoalan mendasarnya adalah menyadarkan bangsa-bangsa kawasan mengenai kejahatan Amerika dan rezim Zionis serta dampak kehadiran terus-menerus mereka di kawasan ini.
Atas dasar itu, IRGC dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tersebut pada hakikatnya telah memasuki front regional jihad tabyin. Hal ini memiliki satu sisi yang halus: di satu sisi, kami melakukan serangan rudal untuk menghukum agresor; di sisi lain, kami berupaya memberikan penyadaran dan penjelasan kepada masyarakat guna mendorong gerakan-gerakan rakyat melawan pemerintahan mereka yang bergantung pada asing.
Sadr al-Husseini menegaskan: Pada kenyataannya, Republik Islam Iran dan IRGC, dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan ini, menjalankan misi internasionalnya untuk menyadarkan berbagai wilayah. Dengan kata lain, ini adalah pelengkap perang lunak bagi perang keras IRGC dalam rangka meningkatkan keamanan kawasan dan keamanan bangsa Iran.
Pakar Asia Barat itu mengatakan: Pada hakikatnya, serangan rudal memiliki fungsi dan pengaruhnya sendiri, sementara penjelasan isu-isu untuk membangun kesadaran dan kebangkitan rakyat juga memiliki pengaruh khususnya sendiri. Keduanya saling melengkapi. IRGC, dengan pandangan yang luas, menyeluruh, dan mendalam, di samping membela keamanan dan kepentingan Republik Islam, juga sedang menyadarkan rakyat kawasan untuk menyingkirkan tangan kotor Amerika dan rezim Zionis dari kawasan.
Terkait peran rakyat Yordania dalam pembongkaran pangkalan-pangkalan Amerika di negara itu, ia mengatakan: Pada kenyataannya, rakyat Yordania yang mayoritasnya adalah warga Palestina dan memiliki sikap permusuhan terhadap Israel, sejak 7 Oktober dan setelah operasi kemenangan Badai al-Aqsa, terus-menerus mendukung rakyat Gaza.
Karena itu, saat ini diharapkan mereka melakukan gerakan melawan sistem pemerintahan yang bergantung pada Amerika dan melawan pangkalan-pangkalan Amerika. Pangkalan-pangkalan Amerika harus dibongkar dari negara mereka agar melalui hal itu keamanan, stabilitas, perdamaian, dan persaudaraan dapat mengalir di kawasan. Sebab, kehadiran pasukan agresor Amerika dalam bentuk pangkalan-pangkalan militer di negara mana pun berarti produksi, penggandaan, dan penyebaran perpecahan di antara rakyat Muslim kawasan.
Komentar Anda