Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Menyusul agresi berulang musuh Amerika terhadap sejumlah wilayah di Bandar Abbas, Chabahar, dan Dinar Kuh Abdanan, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran melaksanakan serangkaian operasi terkoordinasi terhadap posisi dan instalasi militer Amerika di kawasan. Operasi-operasi ini dilakukan dalam tahap ke-18 dan ke-19 Operasi Sha‘eqeh oleh Angkatan Darat Iran, serta gelombang ke-24 Operasi Nasr-2 oleh Korps Garda Revolusi Islam.
Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan, serangan-serangan tersebut menargetkan spektrum luas sasaran strategis Amerika, termasuk sistem pertahanan udara Patriot, radar peringatan dini dan jarak jauh, pusat telekomunikasi, sistem penerima satelit, serta hanggar drone di Bahrain dan Kuwait.
Fokus pada Pembutaan Jaringan Radar dan Pertahanan Amerika
Pernyataan IRGC menunjukkan bahwa bagian penting dari operasi-operasi terbaru berfokus pada pelumpuhan jaringan pengintaian dan peringatan Amerika di kawasan. Dalam gelombang ke-24 Operasi Nasr-2, satu sistem pertahanan udara dan satu radar Amerika di Muharraq, Bahrain, dihancurkan. Pada saat yang sama, sistem pertahanan udara Patriot di Riffa, Bahrain, menjadi sasaran serangan rudal dan drone.
Dalam kelanjutan operasi-operasi ini, sebuah situs radar jarak jauh, pusat telekomunikasi, sistem penerima satelit, dan satu radar pertahanan rudal Amerika di Kuwait juga terkena serangan. IRGC juga mengumumkan penghancuran satu radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar FPS-117, sistem Patriot, serta perangkat komunikasi satelit yang terkait dengan pertahanan udara Amerika di Pangkalan Ahmad al-Jaber, Kuwait. Langkah-langkah ini digambarkan oleh pasukan tersebut sebagai “pembersihan radar” untuk membuka jalan bagi operasi-operasi berikutnya.
Operasi Sha‘eqeh; Penargetan Pusat Komando dan Sistem HIMARS
Dalam bagian lain dari respons militer Iran, Angkatan Darat Republik Islam Iran pada tahap ke-18 Operasi Sha‘eqeh menargetkan sistem rudal HIMARS Amerika yang ditempatkan di Pangkalan Arifjan, Kuwait, dengan rudal darat-ke-darat.
Humas Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa HIMARS, karena memiliki kemampuan perpindahan cepat, merupakan salah satu alat operasional terpenting Amerika dalam serangan darat. Karena itu, penargetannya dapat mengurangi kemampuan ofensif dan defensif musuh.
Pada tahap ke-19 Operasi Sha‘eqeh, gedung-gedung administrasi, antena penentu arah di Pangkalan Arifjan, area parkir helikopter militer di Kamp al-Adiri, serta lokasi penempatan pasukan Amerika di Pangkalan Ahmad al-Jaber menjadi sasaran drone penghancur. Pangkalan Arifjan disebut sebagai salah satu pusat komando terpenting Angkatan Darat Amerika di kawasan, sementara Kamp al-Adiri disebut sebagai lokasi penempatan helikopter Apache, Chinook, dan Black Hawk.
Selat Hormuz dan Peringatan IRGC kepada Pelayaran Internasional
Bersamaan dengan perkembangan ini, IRGC mengumumkan berlanjutnya misi Angkatan Lautnya untuk mengendalikan Selat Hormuz. Dalam pernyataan nomor 34 IRGC disebutkan bahwa dua kapal tanker yang hendak melewati jalur selatan Selat Hormuz mengalami kebakaran dan berhenti. Pasukan penyelamat sedang memindahkan awak kapal-kapal tersebut.
IRGC juga memperingatkan perusahaan-perusahaan pelayaran agar tidak mempercayai informasi dan rute yang diumumkan oleh Amerika. IRGC menegaskan bahwa selama “kejahatan dan tindakan jahat Amerika” berlanjut, pembatasan yang diberlakukan di Selat Hormuz akan tetap berlaku.
Tanda-tanda Meningkatnya Tekanan terhadap Amerika
Di samping operasi-operasi lapangan, sejumlah perkembangan dan pernyataan resmi juga menunjukkan meningkatnya ketegangan. Berdasarkan laporan-laporan yang dipublikasikan, juru bicara Pentagon mengabarkan bahwa sejumlah pasukan Amerika terluka dalam insiden dan bentrokan terbaru. Kementerian Luar Negeri Amerika juga mengeluarkan peringatan keamanan global bagi warga negaranya.
Pada saat yang sama, CENTCOM mengumumkan bahwa salah satu tahap operasinya terhadap Iran telah berakhir. Hal ini menjadi perhatian para analis bersamaan dengan meningkatnya serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan dan infrastruktur militer Amerika di kawasan.
Pesan yang Melampaui Operasi Militer
Rangkaian pernyataan Angkatan Darat Iran dan IRGC menunjukkan bahwa respons terbaru Iran tidak hanya terbatas pada penargetan posisi-posisi militer. Dengan berfokus pada pusat-pusat komando, sistem pertahanan udara, radar strategis, dan infrastruktur pendukung Amerika, Iran berupaya mengurangi kemampuan operasional dan kemampuan pengintaian pasukan Amerika di kawasan.
Strategi ini dalam pernyataan-pernyataan resmi disebut sebagai “penghukuman terhadap agresor” dan upaya untuk mengembalikan keamanan serta stabilitas kawasan.
Komentar Anda