Kantor Berita Internasional Ahlulbait —ABNA—Majelis duka mengenang mendiang Hujatulislam Dr. Farmi Abdul Hakim digelar pada Sabtu pagi (18/7) di musala Lembaga Internasional Ahlulbait di Kota Qom Iran.
Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Berita ABNA tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait Ayatullah Reza Ramazani.
Dalam sambutannya, Hujatulislam wal Muslimin Sayid Abul Hasan Navab menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pelajar agama dan aktivis media tersebut. Ia juga memaparkan kepribadian almarhum serta pentingnya kegiatan dakwah di kawasan Asia Timur, khususnya Filipina.
Mengawali pidatonya, Navab menyebut Dr. Farmi Abdul Hakim sebagai “saudara yang sangat kami cintai, hidup jauh dari tanah air, seorang perantau, dan sahabat yang sangat baik”. Ia pun mendoakan agar almarhum memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah.
Navab kemudian menyinggung latar belakang pendidikan almarhum. Menurutnya, sejak 2018 Dr. Abdul Hakim menempuh pendidikan pada program studi Wahabisme di Universitas Agama dan Mazhab.
Pemilihan program studi tersebut dilakukan secara sadar dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Filipina. Setelah memperoleh gelar doktor, almarhum diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih besar bagi dunia Islam dan negaranya. Namun, ajal datang sebelum ia sempat mewujudkan seluruh rencana tersebut.
Rektor Universitas Agama dan Mazhab itu juga menjelaskan kondisi sulit yang dihadapi masyarakat Filipina. Ia menyebut sejumlah wilayah di negara tersebut masih mengalami ketertinggalan, kemiskinan, dan keterbatasan. Menurutnya, selama beberapa dekade masyarakat di wilayah seperti Mindanao juga terdampak oleh masuknya pemikiran-pemikiran dari Arab Saudi, sehingga menghambat perkembangan kawasan tersebut.
Navab memuji semangat Dr. Abdul Hakim yang tidak mengenal lelah. Ia mengibaratkan kegiatan kebudayaan dan dakwah di kawasan semacam itu seperti menanam pohon kenari. Meskipun membutuhkan waktu lama untuk tumbuh dan berbuah, manfaatnya dapat bertahan selama ratusan tahun.
Ia menegaskan bahwa upaya kecil yang dilakukan secara terus-menerus oleh orang-orang seperti Dr. Abdul Hakim pada akhirnya akan menjadi arus besar yang mampu mengubah kehidupan masyarakat Syiah dan umat Islam di kawasan tersebut.
Hujatulislam Dr. Farmi Abdul Hakim meninggal dunia pada Rabu, 15 Juli 2026, setelah berjuang melawan penyakit berat yang dideritanya. Selama lebih dari sepuluh tahun, almarhum menjabat sebagai penanggung jawab sekaligus redaktur situs ABNA Bahasa Filipina. Melalui aktivitas jurnalistik dan dakwah, ia telah memberikan kontribusi besar dalam bidang keagamaan dan kebudayaan.
Komentar Anda