Menurut laporan kantor berita ABNA, CBS News melaporkan bahwa para perencana militer AS telah mengkaji berbagai macam opsi untuk kemungkinan tindakan terhadap Kuba, termasuk serangan udara yang melibatkan ribuan tentara AS.
Laporan tersebut, dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui pembicaraan ini, menyatakan bahwa serangan udara akan dilakukan oleh Divisi Lintas Udara ke-101 – satu-satunya unit yang dilatih untuk misi semacam itu.
Para pejabat ini menekankan bahwa perencanaan ini tidak berarti bahwa Presiden Donald Trump atau Pentagon telah mengambil keputusan untuk memulai operasi.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa setiap tindakan militer terhadap Kuba akan menghadapi tantangan besar, karena sumber daya militer AS yang signifikan masih terlibat dalam operasi melawan Iran.
Komentar Anda