Menurut laporan kantor berita ABNA, Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis, hari ini dengan mengunggah postingan di media sosial dengan cepat merespons pengumuman kematian Lindsey Graham, senator Republik AS yang mendukung rezim ini.
Dalam postingannya, ia menyampaikan duka dan mengatakan: "Hari ini Israel kehilangan salah satu sahabat terbesarnya."
Perlu dicatat bahwa Graham dianggap sebagai salah satu senator anti-Iran yang paling vokal, yang mengambil sikap agresif terhadap Gaza, Hizbullah, Hamas, Iran, dan Rusia.
Reaksi Menteri Israel terhadap Kematian Senator AS Anti-Iran
Dalam kaitan ini, Isaac Herzog, pemimpin rezim Zionis, mengatakan: "Senator Graham adalah pemimpin sejati kerja sama AS-Israel. Saya terkejut dan patah hati mendengar kematian Senator Graham!"
Israel Katz, Menteri Perang rezim ini, juga menulis: "Saya sangat berduka atas meninggalnya Senator Lindsey Graham, sahabat sejati Israel dan salah satu pendukungnya yang terkuat dan paling konsisten."
Reaksi Zionis terhadap Kematian Senator AS Anti-Iran
Gideon Sa'ar, Menteri Luar Negeri rezim Zionis, mengatakan: "Dukungan Graham terhadap Tel Aviv dan keamanan kami sangat kuat. Kami kehilangan sahabat besar."
Naftali Bennett, mantan Perdana Menteri rezim pendudukan, menulis: "Saya sangat terharu mendengar kabar meninggalnya sahabat saya Senator Lindsey Graham. Amerika kehilangan seorang patriot yang berdedikasi dan Israel kehilangan salah satu sahabat terbesarnya. Lindsey dengan berani berdiri di sisi Israel dalam saat-saat tergelap kami."
Yair Lapid, pemimpin oposisi di rezim Zionis, dengan mengunggah postingan menulis: "Lindsey Graham pertama dan terutama adalah seorang sahabat. Selera humor dan energinya akan sangat dirindukan! Ia memiliki pengabdian yang mendalam kepada rakyat kami dan visi yang jelas untuk Timur Tengah yang aman dan damai!"
Your Comment