Menurut laporan kantor berita ABNA, beberapa jam lalu Korps Pengawal Revolusi Islam mengumumkan bahwa karena pelanggaran gencatan senjata oleh teroris Amerika di Selat Hormuz, jalur air ini ditutup.
Menurut laporan Al Jazeera, Komando Pusat pasukan teroris Amerika yang dikenal sebagai CENTCOM dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka!
Berdasarkan pengumuman kantor berita ini, Komando Pusat pasukan teroris Amerika di kawasan tersebut tanpa merujuk pada hak kedaulatan Teheran atas jalur air internasional ini, dalam hal ini mengklaim: "Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal yang berniat melintas secara legal melalui jalur air internasional ini. Pasukan kami ditempatkan dan siap untuk menjamin kelanjutan kebebasan pelayaran meskipun ada tindakan bermusuhan dan tidak beralasan dari Iran."
Entitas teroris CENTCOM dalam kelanjutan pernyataan ini yang lebih bersifat konsumsi dalam negeri dan dikeluarkan untuk menutupi konsekuensi mahal dari penciptaan ketidakamanan di Selat Hormuz, mengklaim: "Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz dan lalu lintas kapal masih berlanjut. Selama 7 hari terakhir, lebih dari 140 kapal telah melintasi Selat Hormuz!"
Hal ini terjadi di saat kehadiran militer teroris Amerika di kawasan tersebut mengganggu keamanan di selat ini dan membawa ketidakstabilan.
Perkembangan terbaru dalam hubungan Iran dan Amerika sekali lagi menunjukkan bahwa berkas hubungan kedua negara masih berada pada titik yang sensitif dan kompleks; serangan terbaru Amerika terhadap titik-titik di dalam wilayah Iran juga menjadi awal dari babak baru ketegangan militer dan politik antara kedua negara. Titik di mana di saat yang sama terlihat tanda-tanda keberlanjutan jalur diplomasi, dan di sisi lain, manuver politik dan keamanan juga menambah spektrum ketidakjelasan. Kondisi ini terjadi ketika pernyataan terbaru Donald Trump tentang proses interaksi dengan Iran, lebih daripada memberikan gambaran jelas tentang masa depan, justru melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru tentang strategi nyata Washington.
Your Comment