11 Juli 2026 - 23:23
Presiden Iran Sampaikan Apresiasi atas Kehadiran Jutaan Rakyat dalam Upacara Pemakaman Imam Syahid

Presiden Iran menyebut kehadiran megah rakyat dalam upacara pemakaman sebagai simbol kesetiaan nasional dan pembaruan janji terhadap cita-cita Revolusi.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa Islam, dan seluruh orang merdeka di dunia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran megah dan jutaan rakyat dalam upacara-upacara perpisahan, prosesi pemakaman, dan penguburan Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Ia menyebut kehadiran bersejarah ini sebagai manifestasi abadi dari kesetiaan bangsa Iran, solidaritas nasional, persatuan umat Islam, serta pembaruan janji terhadap cita-cita kemuliaan, kemerdekaan, keadilan, dan kemajuan negara.

Dalam pesan tersebut, kehadiran penuh semangat rakyat di Teheran, Qom, Masyhad suci, Najaf Asyraf, dan Karbala Mu’alla digambarkan sebagai manifestasi yang jarang tertandingi dari kesetiaan, solidaritas, dan ikatan mendalam bangsa dengan cita-cita Revolusi Islam. Dengan menegaskan bahwa kehadiran besar ini bukan sekadar pengantaran jenazah seorang pemimpin, Presiden menyebutnya sebagai pembaruan janji bangsa Iran terhadap jalan kemuliaan, kemerdekaan, keadilan, dan kemajuan.

Presiden juga, dengan merujuk pada peran berbagai lapisan masyarakat, para marja dan ulama, tenaga pelayanan, insan media, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan upacara bersejarah ini, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan solidaritas luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional, dalam penghormatan terhadap Pemimpin Syahid. Ia juga menekankan pentingnya menjaga modal besar berupa persatuan dan kohesi nasional.

Teks pesan Presiden adalah sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

«إِنَّ الَّذِینَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَیَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا»

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan bagi mereka rasa kasih sayang.”

Wahai bangsa besar dan mulia Iran, saudara-saudari tercinta di negara-negara Islam, serta seluruh orang merdeka di dunia yang pada hari-hari bersejarah ini, dengan kehadiran yang sadar dan penuh kebersamaan, telah menyelenggarakan upacara pengantaran dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam;

Saya memandang sebagai kewajiban atas diri saya untuk menyampaikan penghargaan tulus atas kehadiran megah dan jutaan rakyat di Teheran, Qom, Masyhad, serta kehadiran penuh semangat saudara-saudari Irak di Najaf Asyraf dan Karbala Mu’alla. Kehadiran yang jarang tertandingi ini, yang disertai dengan kesabaran menunggu selama berjam-jam, menempuh perjalanan panjang, serta menampilkan wujud-wujud tak tergantikan dari cinta, kesetiaan, dan keikhlasan, sekali lagi memperlihatkan kepada dunia kebesaran ikatan antara bangsa-bangsa Muslim serta kokohnya solidaritas nasional dan persatuan umat Islam.

Pada hari-hari ketika hati jutaan pencinta Pemimpin Syahid Revolusi Islam dipenuhi duka atas kehilangan sosok besar tersebut, bangsa Iran dan Irak, melalui kehadiran yang heroik, penuh semangat, dan bersejarah, menciptakan pemandangan-pemandangan abadi tentang kesetiaan, kebersamaan, dan kecintaan; pemandangan-pemandangan yang tanpa diragukan lagi akan tetap abadi dalam memori sejarah umat Islam.

Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Teheran, Qom, Masyhad suci, Najaf Asyraf, Karbala Mu’alla, dan di berbagai penjuru Iran Islam dalam upacara-upacara pengantaran, pemakaman, dan penguburan Pemimpin Syahid, merupakan manifestasi megah dari ikatan mendalam rakyat dengan seorang pemimpin yang sepanjang hidupnya ia wakafkan untuk kemuliaan Islam, keamanan, kemerdekaan, kekuatan, dan kejayaan Iran Islam.

Kehadiran jutaan rakyat yang megah ini menjadi bukti terang atas kesetiaan sebuah bangsa yang menghargai perjuangan tulus dan jasa-jasa abadi pemimpinnya, serta akan terus melanjutkan jalan kemuliaan dan kemajuan dengan iman dan keteguhan yang sama.

Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada seluruh bangsa dan pemerintah sahabat, para pemimpin dan pejabat tinggi, tokoh-tokoh politik, agama, budaya, dan sosial, organisasi-organisasi internasional, lembaga-lembaga dan delegasi resmi berbagai negara yang melalui kehadiran dalam upacara-upacara perpisahan dan pemakaman, penyelenggaraan acara penghormatan, pengiriman pesan belasungkawa, dan penyampaian simpati, telah menyertai bangsa Iran dalam duka kehilangan Pemimpin Syahid.

Kebersamaan yang tulus dan penghormatan luas ini menunjukkan kedudukan istimewa, pengaruh spiritual, dan kecintaan besar terhadap sosok agung tersebut di tengah bangsa-bangsa dan orang-orang merdeka di dunia. Ini juga merupakan modal berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan dan mengembangkan kerja sama budaya, kemanusiaan, serta internasional.

Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan khusus kepada bangsa Irak yang beriman, bersaudara, dan bersahabat, yang dengan pengantaran penuh cinta, keikhlasan, dan kecintaan, sekali lagi menampilkan dengan cara paling indah kedalaman ikatan keimanan, sejarah, dan budaya antara dua bangsa Iran dan Irak.

Saya juga merasa perlu menyampaikan terima kasih tulus kepada pemerintah Republik Irak, para pejabat tinggi, para syekh dan kepala suku, lembaga-lembaga keamanan, ketertiban, pelayanan, dan pelaksana, pengelola haram-haram suci, para pemilik maukib, para pelayan tempat-tempat suci, serta semua pihak yang dengan mengerahkan seluruh kapasitas dan fasilitas negara mereka, telah menyediakan landasan bagi terselenggaranya secara megah upacara-upacara perpisahan dan pemakaman Pemimpin Syahid di Najaf Asyraf dan Karbala Mu’alla.

Kebersamaan yang bertanggung jawab, penyambutan yang mulia, dan kerja sama yang tulus ini merupakan manifestasi cemerlang dari hubungan persaudaraan dan strategis Republik Islam Iran dan Irak, serta tanda yang jelas dari solidaritas bangsa-bangsa Muslim dalam menjaga nilai-nilai Ilahi dan nilai-nilai bersama. Kebersamaan berharga ini tanpa diragukan lagi akan tetap abadi dalam memori sejarah bangsa Iran.

Saya, sebagai pelayan rakyat Iran, menundukkan kepala penuh hormat di hadapan kemegahan, kematangan sosial dan politik, rasa tanggung jawab, kesetiaan, dan modal nasional yang besar ini. Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada seluruh perempuan dan laki-laki, para pemuda dan tokoh senior, keluarga mulia para syuhada, para pejuang pengorbanan, para elite, akademisi, rohaniwan, pelaku usaha dan profesi, berbagai etnis, para pengikut mazhab-mazhab yang berbeda, serta seluruh lapisan bangsa yang dengan kehadiran bertanggung jawab, megah, dan penuh kebersamaan telah menjadikan upacara bersejarah ini sebagai simbol persatuan, kohesi, dan kekuatan nasional.

Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada masyarakat mulia, beriman, terhormat, dan ramah di berbagai provinsi negara yang dengan membuka rumah, masjid, husainiyah, dan hati mereka, menerima jutaan peziarah dan pelayat. Penyambutan yang mulia, pengorbanan, kebersamaan, dan sikap yang penuh kasih sayang dari kalian telah menampilkan manifestasi cemerlang dari budaya asli Iran dan ajaran luhur Islam. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa kemuliaan, solidaritas, dan cinta kemanusiaan merupakan salah satu modal sosial paling menonjol bangsa Iran.

Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada para marja agung taklid, para ulama besar, hauzah-hauzah ilmiah, imam-imam Jumat dan jamaah, lembaga-lembaga keagamaan, para pengelola haram-haram suci, komunitas maddah nasional, serta seluruh pencinta Ahlulbait a.s. di Iran, Irak, dan negara-negara Islam lainnya, yang melalui kehadiran efektif, penyelenggaraan upacara penghormatan, pelayanan tulus, dan ungkapan kecintaan, telah berperan dalam menyelenggarakan upacara perpisahan dan pemakaman Pemimpin Syahid dengan semakin megah.

Kehadiran yang luas dan spontan ini merupakan manifestasi jelas dari kedalaman ikatan keyakinan, budaya, dan peradaban umat Islam, serta tanda dari kedudukan luhur Pemimpin Syahid di hati kaum beriman dan orang-orang merdeka di dunia. Ini adalah modal spiritual yang tanpa diragukan lagi akan memperkuat persatuan, solidaritas, dan sinergi di antara bangsa-bangsa Muslim.

Saya juga menyampaikan penghargaan tulus kepada angkatan bersenjata, para komandan dan personel kepolisian, keamanan, dan intelijen, pasukan bantuan dan medis, Bulan Sabit Merah, organisasi pemadam kebakaran, pemerintah kota, perangkat pelaksana, pelayanan dan transportasi, para pelayan haram-haram suci, para pemilik maukib, relawan masyarakat, dan seluruh pelayan tanpa nama yang dengan rasa tanggung jawab, kerja siang malam, dan pengorbanan telah menghadirkan keamanan, ketenangan, ketertiban, dan kemegahan bagi upacara bersejarah ini.

Saya juga berterima kasih kepada insan media, para wartawan, fotografer, kamerawan, pembuat dokumenter, dan aktivis media yang dengan komitmen profesional telah mengabadikan kehadiran bersejarah dan epik abadi bangsa Iran ini, serta menyampaikannya kepada opini publik kawasan dan dunia. Usaha tulus mereka dalam merekam dan meriwayatkan peristiwa besar ini akan menjadi bagian dari memori abadi sejarah kontemporer Iran.

Tidak diragukan lagi, kehadiran yang megah dan bergelora ini bukan sekadar pengantaran jenazah seorang pemimpin; melainkan pembaruan janji sebuah bangsa besar dengan cita-cita kemuliaan, kemerdekaan, keadilan, kemajuan, dan kekuatan Iran Islam. Bangsa Iran sekali lagi menunjukkan bahwa dengan bersandar pada iman, persatuan, solidaritas, dan modal sosialnya yang besar, ia akan terus melanjutkan jalan penuh kehormatan para syuhada dan Pemimpin Syahid Revolusi Islam dengan keteguhan.

Modal rakyat yang tak tergantikan ini menjadikan tanggung jawab seluruh penyelenggara negara lebih berat daripada sebelumnya. Hari ini, tugas kita adalah menjawab kepercayaan, kesetiaan, dan kehadiran bersejarah bangsa besar Iran ini secara layak melalui kejujuran, efektivitas, keadilan, kebersamaan, usaha tanpa lelah, dan pelayanan tanpa pamrih. Dalam jalan mewujudkan cita-cita luhur Revolusi Islam, menjaga kepentingan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menjunjung tinggi Iran tercinta, kita tidak boleh menyia-nyiakan sedikit pun usaha.

Saya memohon kepada Allah Swt. agar Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan seluruh syuhada dari keluarga mulia beliau dihimpunkan bersama para wali Ilahi, Sayyid al-Syuhada a.s., dan orang-orang saleh, serta meninggikan derajat mereka.

Untuk keluarga mulia beliau, khususnya putra terhormat beliau, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi Islam, yang memikul tanggung jawab melanjutkan jalan penuh kehormatan ini dan menjaga amanah besar tersebut, saya memohon kepada Allah Swt. kesehatan, kemuliaan, umur panjang yang penuh berkah, taufik yang semakin bertambah, dan dukungan Ilahi.

Saya juga mendoakan bagi bangsa besar Iran, umat Islam, dan seluruh orang merdeka di dunia, kelanggengan kemuliaan, ketenangan, keamanan, solidaritas, kemajuan, dan kejayaan. Saya berharap kita semua mampu, dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan pelayanan yang tulus, menjaga modal nasional yang besar ini serta melanjutkan jalan bercahaya para syuhada, khususnya Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dengan keteguhan dan kesetiaan.

Masoud Pezeshkian

Your Comment

You are replying to: .
captcha