11 Juli 2026 - 23:57
Pertemuan Internasional “Perempuan, Mazhab Global Imam Syahid” Diselenggarakan dengan Kehadiran Lebih dari 100 Tamu Asing / Penekanan atas Peran Perem

Pertemuan internasional “Perempuan, Mazhab Global Imam Syahid” diselenggarakan di Teheran dengan kehadiran lebih dari 100 tamu asing yang ikut serta dalam prosesi pemakaman, para aktivis perempuan dari berbagai negara, elite kebudayaan, dan perwakilan lembaga-lembaga kebudayaan internasional. Pertemuan ini bertujuan menjelaskan peran perempuan dalam melanjutkan jalan Pemimpin Syahid serta mengoperasionalkan pemikiran beliau dalam bidang perempuan dan keluarga.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — menyusul kesyahidan secara mazlum Pemimpin Syahid, menjelang penyelenggaraan upacara pemakaman dan penghormatan untuk beliau, serta dengan memperhatikan pentingnya menjelaskan dan membaca kembali dimensi-dimensi pemikiran, budaya, dan sosial dari sosok terkemuka ini bagi opini publik dunia, khususnya di kalangan perempuan dan para aktivis bidang keluarga, Satuan Tugas Perempuan dan Keluarga bekerja sama dengan pusat-pusat sehaluan menyelenggarakan “Pertemuan Internasional Perempuan, Mazhab Global Imam Syahid”. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 100 tamu asing peserta prosesi pemakaman, para aktivis perempuan dari berbagai negara, elite budaya dan sosial, perwakilan lembaga-lembaga kebudayaan internasional, serta keluarga mulia para syuhada, pada hari Ahad (5/6).

Pertemuan ini dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dan pemutaran lagu kebangsaan Republik Islam Iran, dengan sekretaris acara Ibu Dr. Rokn-Abadi, Direktur Jenderal Perempuan dan Keluarga Majma Jahani Ahlulbait a.s. Dalam pertemuan tersebut, para saudari dari berbagai negara menyampaikan pandangan mereka mengenai kedudukan Pemimpin Syahid dan pemikiran beliau dalam bidang perempuan dan keluarga.

Di antara para pembicara dalam pertemuan tersebut adalah para ibu berikut:

Dr. Hala al-Jabiri al-Musawi, Direktur Lembaga Liwa al-Kautsar dari Irak

Tayyibah Bukhari, Direktur Lembaga-Lembaga Bukhari, mubaligah, dan orator dari Pakistan

Dr. Halimah Hosseini, Direktur Hauzah Ilmiah Hazrat Maryam s.a. dari Afghanistan

Anastasia Pezhova, Direktur situs Mehvar dan aktivis budaya-media dari Rusia

Sayyidah Rabab Zaidi, Direktur Jamiah Khadijah al-Kubra s.a. Lucknow, India

Dr. Batoul Salem Deeb, mahasiswa kedokteran dan aktivis budaya dari Palestina

Dr. Raghda al-Masri, dosen universitas dan aktivis budaya dari Lebanon

Rawafed al-Yasiri, Direktur Lembaga Ummah Tanpa Batas dan Wakaf Islam dari Norwegia

Zahbiyah al-Fahim, Direktur Lembaga Perempuan Muda dari Tunisia

Umm Abbas, Direktur Hauzah Ilmiah Dar al-Sayyidah al-Ma’sumah s.a. dari Arab Saudi

Dr. Batoul al-Musawi, putri Syahid Musawi Hizbullah Lebanon dan aktivis budaya dari Lebanon

Pembicara khusus dalam pertemuan tiga jam ini adalah Ayatullah Reza Ramazani, Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlulbait a.s., serta Ibu Dr. Jamileh Alamolhoda, dosen universitas dan istri Presiden Syahid Ayatullah Raisi.

Penjelasan mengenai tema perempuan dan keluarga dalam pemikiran Pemimpin Syahid; peran perempuan dalam melanjutkan jalan perlawanan dan keadilan; tanggung jawab perempuan dalam mentransmisikan budaya pengorbanan, kesyahidan, dan kemerdekaan kepada generasi mendatang; kapasitas perempuan untuk membentuk wacana global tentang keadilan dan kemuliaan manusia; serta strategi praktis untuk mengoperasionalkan pemikiran Pemimpin Syahid dalam bidang perempuan dan keluarga merupakan beberapa isu terpenting yang disampaikan dalam pertemuan internasional ini.

Perlu disebutkan bahwa para anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut menerbitkan dan mengesahkan sebuah pernyataan. Dalam pernyataan itu, mereka menyatakan tekad untuk melanjutkan jalan Pemimpin Syahid, memandang kehilangan ini sebagai awal dari tanggung jawab besar bagi dunia dan umat Islam, menekankan peran aktif dan pembangun peradaban perempuan dalam mazhab pemikiran beliau, serta berkomitmen menjaga cita-cita beliau. Pada akhirnya, mereka berikrar untuk menjalankan jihad tabyin dalam menghadapi Islamofobia dan memperkuat sinergi perempuan-perempuan merdeka demi terwujudnya keadilan dan kemuliaan manusia.

Perlu dicatat pula bahwa penyelenggaraan pameran penjelasan mengenai persoalan perang dan para syuhada Minab, pembagian brosur-brosur pengenalan tentang Imam Syahid dalam bahasa Arab, Inggris, dan Persia, serta pelaksanaan wawancara video untuk televisi dan wawancara pers dengan para perempuan yang hadir dalam pertemuan tersebut, merupakan kegiatan-kegiatan pendamping terpenting dalam acara ini.

Your Comment

You are replying to: .
captcha