22 Juni 2026 - 12:43
Source: ABNA
Jawaban Negatif Julani atas Permintaan Trump untuk Memicu Perang di Lebanon

Setelah pernyataan Donald Trump tentang "kemungkinan menyerahkan berkas Hizbullah ke Suriah", kepala rezim yang mengaku-ngaku di Suriah menolak permintaan ini dan mengatakan bahwa ia tidak ingin berperang dengan Hizbullah atau masuk ke Lebanon.

Menurut laporan kantor berita Abna yang mengutip kantor berita Suriah, Abu Mohammed al-Julani, kepala rezim yang mengaku-ngaku di Suriah, dalam pernyataannya menekankan bahwa Donald Trump, Presiden AS, dalam percakapan telepon dengannya telah berbicara tentang solusi selain perang dan konfrontasi dengan Hizbullah.

Al-Julani berusaha menafsirkan kata-kata Trump secara berbeda untuk membenarkan ketakutannya terhadap konfrontasi dengan Hizbullah. Ia mengklaim bahwa Trump telah menyatakan ketidakpuasannya atas apa yang terjadi di Lebanon dan berbicara tentang peran Suriah dalam menemukan solusi yang aman dan tanpa ketegangan, tetapi pernyataan ini telah salah ditafsirkan seolah-olah Suriah akan masuk ke Lebanon.

Ia menegaskan: "Saya tidak ingin Suriah melakukan intervensi negatif di Lebanon, dan kami mencari solusi ekonomi, bukan militer."

Kepala rezim sementara Suriah menekankan bahwa Suriah tidak akan pergi ke Lebanon dan mengatakan kepada Trump bahwa ada jalan lain selain perang dan konfrontasi dengan Hizbullah.

Al-Julani mengatakan bahwa Suriah dapat diandalkan untuk solusi positif, yang akan dicapai melalui penguatan dukungan kepada pemerintah Lebanon, penguatan lembaga resmi, dan pembinaan hubungan dan koneksi antara kekuatan Lebanon termasuk Hizbullah, karena solusi yang parsial dan tidak lengkap menimbulkan masalah besar.

Ia menambahkan bahwa Hizbullah harus menemukan tempat dan posisinya, karena beberapa negara yang tertarik pada Lebanon menganggap kelompok ini terkait dengan berkas Iran.

Kepala rezim sementara Suriah, yang sejak berkuasanya banyak kejahatan terhadap Syiah telah terjadi di negara itu, dengan mengklaim bahwa Hizbullah tidak mewakili Syiah di Lebanon, mengatakan: "Seharusnya tidak ada kelompok di luar kehendak negara di negara ini, dan saya memperhatikan situasi Syiah di Lebanon."

Al-Julani mengatakan bahwa Suriah siap duduk di meja perundingan dan bernegosiasi dengan Hizbullah ini.

Ia juga menyatakan bahwa perang Iran dan Amerika sia-sia dan tanpa tujuan, tidak menguntungkan bagi kedua negara untuk melanjutkan perang, dan Israel adalah bagian dari Amerika.

Your Comment

You are replying to: .
captcha