Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – puluhan aktivis Tunisia pada Jumat menggelar unjuk rasa di Lapangan Hak Asasi Manusia, Kota Tunis, menuntut pembebasan empat anggota Armada Global Sumud yang ditahan.
Para peserta aksi, yang berkumpul atas seruan Komite Nasional Pembela Aktivis Armada Sumud dan Hak Palestina, meneriakkan sejumlah slogan, termasuk “Tidak ada penjara, tidak ada rantai bagi para pahlawan Sumud,” dan mendesak agar penahanan para aktivis tersebut segera diakhiri.
Bassam Trifi, Ketua Liga Tunisia untuk Pembelaan Hak Asasi Manusia, menyatakan bahwa penahanan para aktivis itu telah berlangsung selama tiga bulan. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti yang memberatkan mereka dan bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina tidak akan berhenti.
Keempat aktivis tersebut merupakan bagian dari tujuh anggota Armada Sumud yang ditangkap pada Maret atas tuduhan pencucian uang. Namun, tiga orang di antaranya telah dibebaskan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan keputusan lembaga peradilan Tunisia.
Hingga kini, pihak berwenang Tunisia belum memberikan tanggapan atas aksi protes tersebut.
Sejumlah kapal yang tergabung dalam “Armada Global Sumud” mulai bergerak menuju Jalur Gaza sejak akhir Agustus 2025 untuk berupaya mematahkan blokade yang diberlakukan Israel terhadap wilayah tersebut sejak 2006. Blokade itu semakin diperketat selama perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun.
Setelah mendekati pesisir Gaza, kapal-kapal tersebut dihentikan oleh militer Israel. Seluruh aktivis yang berada di dalamnya ditangkap, kemudian dipulangkan ke negara masing-masing.
Your Comment