14 Juni 2026 - 20:28
Syekh Abdullah Al-Daqqaq: Rezim Al Khalifa adalah Boneka Amerika, Mossad, dan Israel

Syekh Abdullah Al-Daqqaq, Direktur Hauzah Ilmiah Bahrain di Qom sekaligus perwakilan Syekh Isa Qasim, tokoh utama oposisi Bahrain, menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap kuat dan bersatu meskipun kehilangan sejumlah pemimpinnya dalam perang 12 hari terakhir.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Dalam sebuah wawancara, Al-Daqqaq menyatakan bahwa kekuatan Iran tidak bertumpu pada individu tertentu, melainkan pada sistem, lembaga, dan rakyatnya. "Bangsa Iran adalah bangsa yang dibangun di atas institusi dan partisipasi rakyat, bukan bergantung pada satu orang. Bahkan setelah syahidnya Pemimpin Revolusi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dan sejumlah tokoh lainnya, Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh."

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Iran memiliki fondasi nasional yang kuat sehingga tidak mudah dilemahkan oleh kehilangan tokoh-tokoh penting.

Trump Tidak Memahami Karakter Bangsa Iran

Al-Daqqaq juga mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menurutnya gagal memahami karakter masyarakat Iran. Ia mengatakan bahwa rakyat Iran memiliki kesabaran strategis, perencanaan jangka panjang, kecintaan mendalam terhadap tanah air, serta keteguhan dalam mempertahankan hak-haknya.

Menurutnya, Trump keliru jika menganggap Iran dapat ditekan atau dipaksa menyerah melalui tekanan politik dan militer. "Trump mengira Iran seperti negara-negara lain yang dapat dipaksa tunduk. Namun Iran adalah bangsa yang berbeda. Pada akhirnya justru Trump yang harus mencari cara untuk menyelamatkan muka dan mengklaim kemenangan."

Kritik Keras terhadap Pemerintah Bahrain

Dalam bagian lain wawancara, Al-Daqqaq menyoroti situasi politik di Bahrain dan mengkritik keras keluarga penguasa Al Khalifa. Ia menuduh pemerintah Bahrain terus melakukan penindasan terhadap ulama dan warga Syiah demi mempertahankan kekuasaan. Menurutnya, rezim Al Khalifa terlalu bergantung pada dukungan luar negeri. "Al Khalifa adalah boneka Amerika Serikat, Mossad, dan Israel."

Ia menilai pemerintah Bahrain saat ini lebih mengutamakan kelangsungan kekuasaan daripada memenuhi tuntutan dan aspirasi rakyatnya.

Peringatan tentang Masa Depan Al Khalifa

Al-Daqqaq menegaskan bahwa keberlangsungan sebuah pemerintahan bergantung pada dukungan rakyat, bukan hanya pada aparat keamanan atau dukungan asing.

Menurutnya, jika kebijakan represif terhadap masyarakat terus berlanjut, maka posisi politik Al Khalifa akan semakin melemah. Ia memperingatkan bahwa pemerintahan yang dibangun di atas penindasan dan permusuhan terhadap rakyat pada akhirnya akan menghadapi krisis legitimasi yang serius.

Your Comment

You are replying to: .
captcha