Menurut laporan koresponden ABNA mengutip Al-Mayadeen, Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa negaranya telah mengajukan diri sebagai lokasi potensial untuk penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran jika kedua pihak menyetujuinya.
Kementerian itu menambahkan: "Sebagai mediator, kami berupaya mendukung upaya yang dilakukan untuk penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan AS yang bertujuan untuk menstabilkan gencatan senjata."
Beberapa jam sebelumnya, kantor berita Amerika Bloomberg mengklaim bahwa AS dan Iran sedang mendekati kesepakatan yang mungkin akan ditandatangani pekan depan di Jenewa, Swiss.
Kantor berita Bloomberg, mengutip sumber yang disebutnya mengetahui, melaporkan bahwa AS dan Iran sedang mendekati kesepakatan selama pertemuan kelompok G7 pekan depan.
Kantor berita Amerika ini dalam lanjutan laporannya mengklaim bahwa kemungkinan kesepakatan antara Teheran dan Washington akan ditandatangani hari Minggu depan di Jenewa.
Bloomberg menambahkan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran kemungkinan besar akan berbentuk nota kesepahaman dan bukan kesepakatan final.
Berita klaim ini muncul sementara jaringan CBS Amerika juga melaporkan bahwa AS dan Iran mungkin akan menandatangani nota kesepahaman pada awal pekan depan yang akan membuka jalan bagi negosiasi tentang kesepakatan jangka panjang.
Pejabat resmi Republik Islam Iran hingga saat ini belum mengkonfirmasi klaim Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, tentang persetujuan final untuk mengakhiri perang dan telah menyatakan bahwa Teheran belum mencapai kesimpulan final dalam hal ini.
Your Comment