Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip jaringan i24NEWS, laporan baru yang diterbitkan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional AS (CSIS) menunjukkan bahwa ketergantungan Washington yang luas pada senjata dan amunisi AS di Timur Tengah telah sangat mengurangi sebagian dari cadangan pertahanan strategis negara tersebut dan menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan militer Washington untuk kemungkinan konfrontasi di kawasan Pasifik.
Berdasarkan laporan tersebut, perusahaan-perusahaan industri pertahanan AS membutuhkan setidaknya tiga tahun untuk membangun kembali cadangan tiga sistem kunci yang banyak digunakan dalam perang dengan Iran.
Kekurangan ini mencakup rudal jelajah jarak jauh Tomahawk, serta rudal pencegat dari sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD, yang digunakan untuk melawan drone dan rudal yang menyerang.
Pusat Studi Strategis dan Internasional AS menekankan bahwa meskipun cadangan AS saat ini masih dinilai cukup untuk melanjutkan konflik dengan Iran, pengurangan drastis cadangan ini telah menciptakan kesenjangan berbahaya dalam pencegahan militer AS di wilayah lain.
Laporan tersebut menyatakan bahwa para perencana militer AS khawatir jika terjadi perang potensial dengan China mengenai Taiwan, kekurangan ini akan secara serius menantang kemampuan tempur dan daya tembak pasukan AS.
Your Comment