Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Sejak awal Perang Ramadan hingga kini, rezim Al Khalifa telah melipatgandakan tindakan represifnya terhadap rakyat dan kaum Syiah Bahrain. Penangkapan tanpa alasan, penyiksaan para tahanan, serta gugurnya secara tragis salah seorang pemuda Bahrain hanyalah sebagian dari kejahatan rezim Al Khalifa pada hari-hari ini.
Namun sejak tadi malam hingga kini, berdasarkan laporan sumber-sumber yang mengetahui, puluhan ulama Bahrain telah ditangkap dan hingga saat ini belum ada informasi mengenai nasib para ulama tersebut.
Menurut laporan Perhimpunan al-Wefaq Bahrain, pasukan keamanan negara itu, dalam kelanjutan gelombang besar penangkapan terhadap kaum Syiah, sejak tengah malam tadi hingga kini, 3 Mei 2026, menyerbu rumah-rumah warga dan menangkap puluhan ulama terkemuka negara tersebut.
Hingga saat ini, jumlah ulama Syiah yang ditangkap telah mencapai 41 orang. Belum ada informasi yang tersedia mengenai lokasi dan kondisi penahanan mereka. Pada saat yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan bahwa mereka telah menangkap 41 orang dengan tuduhan memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Perlu disebutkan bahwa penangkapan terhadap ulama Bahrain dimulai dua pekan lalu dengan penangkapan Ayatullah Sayid Majid al-Meshal, Ketua Dewan Ulama Bahrain. Penangkapan-penangkapan ini terjadi setelah perang yang dipaksakan Amerika-Zionis terhadap Iran dan syahidnya Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei. Bahrain menangkap warga negaranya, khususnya kaum Syiah, karena mengecam serangan-serangan tersebut serta menyampaikan simpati dan solidaritas kepada Iran. Mereka kemudian dituduh melakukan spionase dan berkhianat kepada tanah air mereka, Bahrain.
Berdasarkan laporan ini, hingga kini lebih dari 300 warga Bahrain telah ditangkap dalam tindakan keamanan yang tidak terkendali tersebut. Salah satu dari mereka, bernama Muhammad al-Musawi, gugur di bawah penyiksaan saat interogasi. Nasib banyak dari mereka hingga kini belum diketahui, sementara beberapa orang lainnya telah dijatuhi hukuman penjara jangka panjang.
Nama-nama ulama yang ditangkap hingga saat ini:
-
Ayatullah Syekh Muhammad Sanqur
-
Ayatullah Syekh Ali al-Saddadi
-
Ayatullah Syekh Mahmud al-Ali
-
Syekh Ali Rahmah
-
Syekh Muhammad Jawad al-Shahabi
-
Syekh Baqir al-Hawaj
-
Syekh Ali al-Matghawi
-
Syekh Jasim al-Mu’min
-
Syekh Ali Hamidan
-
Syekh Mahmud Ashur al-Saddadi
-
Syekh Radhi al-Qaffas
-
Syekh Hamid Ashur
-
Syekh Sadiq al-Afiyah
-
Syekh Fadhil al-Zaki
-
Syekh Hani al-Banna
-
Syekh Munir al-Ma’tuq
-
Syekh Jasim al-Khayyat
-
Syekh Jamil al-Ali
-
Syekh Muhammad al-Kharsi
-
Syekh Ghazi al-Sammak
-
Syekh Isa al-Mu’min
-
Syekh Ayyub al-Bahrani
-
Syekh Raid al-Sitri
-
Sayid Muhammad Hadi al-Ghuraifi
-
Syekh Ali Naji
-
Syekh Ali Hasan al-Subai’i
-
Sayid Sadiq al-Maliki
-
Syekh Husain al-Mahrous
-
Sayid Hani al-Mu’allim
-
Syekh Ali Salim
-
Sayid Ahmad al-Ghuraifi
-
Syekh Ali Sanad
-
Sayid Husain al-Karani
-
Sayid Talib Muhammad
-
Syekh Mahmud al-Saddadi
-
Syekh Sadiq al-Darazi
-
Syekh Abdul Husain al-Akri
-
Syekh Fuad Mubarak
-
Sayid Musa al-Wada’i
-
Sayid Hamid Sanqur
Your Comment