10 Mei 2026 - 20:43
Serbuan Rezim Al Khalifa ke Rumah Para Ulama Syiah; Gelombang Baru Penangkapan dan Penindasan di Bahrain

Pasukan keamanan memasuki rumah-rumah para ulama Syiah tanpa menunjukkan surat perintah pengadilan yang jelas. Mereka menggeledah rumah-rumah tersebut, menangkap sejumlah ulama, dan menyita sebagian barang pribadi mereka.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — pasukan keamanan rezim Al Khalifa pagi ini melakukan serbuan besar-besaran ke rumah-rumah para ulama Syiah di berbagai wilayah Bahrain dan menangkap puluhan rohaniwan serta ulama agama. Para pengamat menilai langkah ini sebagai kelanjutan dari kebijakan penindasan sistematis terhadap masyarakat Syiah dan peningkatan suasana keamanan seiring dengan perkembangan kawasan.

Berdasarkan laporan sumber-sumber lokal dan para aktivis Bahrain, pasukan keamanan memasuki rumah-rumah para rohaniwan Syiah tanpa menunjukkan surat perintah pengadilan yang jelas. Mereka menggeledah rumah-rumah tersebut, menangkap sejumlah ulama, dan menyita sebagian barang pribadi mereka. Meskipun rezim Al Khalifa hingga kini belum mempublikasikan rincian resmi operasi ini, sumber-sumber Bahrain melaporkan penangkapan “puluhan” ulama Syiah; banyak di antara mereka sebelumnya juga telah mengalami pemanggilan, ancaman, atau tekanan keamanan.

Serbuan ini terjadi ketika gelombang penangkapan dan tindakan keamanan terhadap kaum Syiah Bahrain meningkat sejak dimulainya perang Iran. Berdasarkan laporan lembaga-lembaga hak asasi manusia, termasuk Bahrain Institute for Rights and Democracy atau BIRD dan al-Amal Center, dalam dua bulan terakhir lebih dari 200 orang, terutama dari komunitas Syiah, telah ditangkap oleh aparat keamanan Bahrain.

Dalam konteks yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain hari ini mengklaim telah menangkap 41 orang dengan tuduhan “berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran”. Kementerian ini, tanpa menyampaikan dokumen atau bukti yang jelas, mengumumkan bahwa sebuah “kelompok yang terkait dengan Garda Revolusi” telah ditemukan, dan penyelidikan kejaksaan mencakup berkas-berkas terkait “ungkapan simpati terhadap serangan Iran”.

Rezim Al Khalifa juga dalam beberapa hari terakhir mencabut kewarganegaraan 69 orang beserta anggota keluarga mereka, dengan alasan dukungan atau pujian terhadap tindakan Iran.

Tuduhan yang diajukan terhadap para tahanan meliputi “spionase untuk Garda Revolusi”, “pengkhianatan”, “membagikan video serangan Iran”, “memuji tindakan Iran”, dan “menghasut kekerasan”. Para aktivis HAM menilai tuduhan-tuduhan ini sebagai bagian dari rekayasa kasus politik untuk membungkam suara oposisi dan menakut-nakuti masyarakat Syiah.

Sebagian penangkapan bahkan dilakukan hanya karena unggahan di media sosial atau penyampaian pendapat mengenai perkembangan kawasan.

Pada saat yang sama, tekanan politik terhadap para pengkritik internal juga meningkat. Dua hari lalu, Dewan Perwakilan Bahrain mencabut keanggotaan tiga anggota parlemen karena menentang langkah-langkah yang diambil terhadap orang-orang yang dituduh “sejalan dengan Iran”. Langkah ini oleh pihak oposisi digambarkan sebagai tanda lain penghapusan setiap suara independen dan kritis dalam struktur politik Bahrain.

Kementerian Dalam Negeri rezim Al Khalifa mengumumkan nama-nama tahanan terbaru yang paling dikenal beserta tuduhan yang diklaim terhadap mereka sebagai berikut:

Syekh Muhammad Sanqur, imam Jumat terkemuka: menghasut dari mimbar dan berdoa secara terbuka untuk kemenangan Iran!

Syekh Mahmud al-Ali: berafiliasi dengan organisasi yang mempromosikan “Wilayah al-Faqih” dan hasutan sektarian!

Syekh Ali al-Saddi: berdoa untuk Iran dan mempromosikan ideologi “Wilayah al-Faqih” yang diklasifikasikan sebagai ancaman keamanan.

Syekh Husain al-Mahrous: berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran dan melakukan penghasutan dari mimbar!

Syekh Ali Sanad: mempromosikan ideologi “Wilayah al-Faqih” dan mengancam keamanan nasional!

Sayid Sadiq al-Maliki: berdoa secara terbuka untuk Iran dan menghasut kerusuhan dalam perkumpulan keagamaan!

Your Comment

You are replying to: .
captcha