10 Mei 2026 - 20:37
Penistaan terhadap Ulama Terkemuka Syiah di Kabul oleh Taliban

Hujjatul Islam wal Muslimin Sharifi, ulama terkemuka Syiah di Kabul, setelah dipanggil oleh Kantor Distrik ke-18 Amar Makruf Taliban di Kabul karena melaksanakan akad nikah mut‘ah bagi sepasang Syiah, mendapat penghinaan dan ancaman penjara.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pada hari Rabu, 6 Mei, Hujjatul Islam wal Muslimin Sharifi, salah seorang ulama terkemuka Syiah di Afghanistan, dipanggil ke pusat tersebut setelah menerima panggilan bernada ancaman dari Kantor Distrik ke-18 Amar Makruf dan Nahi Mungkar Taliban di Kabul.

Menurut para saksi, ketika Ustaz Sharifi hadir di kantor tersebut, terdapat sejumlah besar pemuda dan pemudi Syiah bersama keluarga mereka yang juga berada di sana. Mereka ditangkap dari pasar, ketika sedang membeli perlengkapan pernikahan, atau dari tempat kerja mereka, dengan dalih “amar makruf”, lalu dibawa ke tempat tersebut.

Tuduhan utama terhadap Hujjatul Islam wal Muslimin Sharifi adalah melaksanakan akad nikah mut‘ah bagi salah satu pasangan yang telah bertunangan. Dalam pembelaannya, ia berargumen bahwa menurut fikih Ja‘fari, pasangan tersebut telah menjadi mahram dan akad mereka tidak bermasalah. Ustaz Sharifi berkata kepada para petugas, “Jika kalian bermasalah dengan mazhab kami, maka keluarkanlah perintah agar kami mengganti mazhab.”

Berdasarkan riwayat yang beredar, para petugas Taliban memperlakukannya dengan tidak hormat, menistakannya, dan mengancam akan memenjarakannya. Sharifi menyatakan siap pergi ke penjara, tetapi dengan mediasi salah seorang pejabat, ketegangan mereda dan persoalan itu sementara berakhir.

Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa setelah peristiwa ini, sebuah buku tebal berisi komitmen tertulis dari sejumlah besar imam jamaah dan ulama Syiah dibawa. Dalam komitmen itu, mereka berjanji tidak akan lagi melaksanakan akad nikah mut‘ah.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan pembatasan terhadap kaum Syiah dan pengabaian hukum-hukum fikih Syiah oleh pemerintahan Taliban di Afghanistan; sebuah negara yang berdasarkan pengamatan dan perkiraan para ahli, sekitar 25 persen penduduknya bermazhab Syiah.

Your Comment

You are replying to: .
captcha