Kantor Berita Imternasional Ahlulbait as — ABNA — majalah Newsweek dalam sebuah laporan menulis bahwa Greg Abbott, Gubernur dari Partai Republik di negara bagian Texas, dalam satu pekan melakukan empat langkah terpisah terhadap kelompok, lembaga, dan acara yang berkaitan dengan Muslim. Dengan demikian, ia meningkatkan konfrontasinya dengan komunitas Muslim di negara bagian tersebut.
Berdasarkan laporan ini, langkah-langkah Abbott dinilai sejalan dengan wacana anti-Islam terbaru Partai Republik di Texas, tempat sekitar 313 ribu Muslim tinggal.
Penentangan Keras Abbott terhadap “Kota Islam” di Texas
Laporan ini menambahkan bahwa Abbott dalam sikap terbarunya kembali menentang proyek yang dikenal sebagai “EPIC City”; sebuah proyek yang pada tahun 2024 diperkenalkan oleh East Plano Islamic Center untuk membangun sebuah komunitas hunian Muslim di atas lahan seluas 402 acre di dua county, Collin dan Hunt.
Newsweek menulis bahwa sebuah pengadilan di Travis County pekan lalu mewajibkan Texas Workforce Commission untuk mematuhi kesepakatan terkait perumahan yang adil dengan para pengembang proyek tersebut; proyek yang kini namanya telah diubah menjadi “Meadow”. Namun, Abbott menulis di jejaring X bahwa negara bagian Texas telah menghentikan putusan pengadilan tersebut dan penyelidikan negara bagian serta federal terhadap proyek itu masih terus berlangsung. Ia menegaskan, “Proyek ini tidak akan pernah menjadi kenyataan.”
Pembatalan Acara Muslim di Taman Air setelah Tekanan Gubernur
Newsweek juga melaporkan bahwa Kota Grand Prairie pada hari Rabu membatalkan sebuah acara pribadi Muslim di taman air milik pemerintah kota setelah adanya tekanan dari Abbott.
Berdasarkan laporan ini, Aminah Knight, penyelenggara acara, mengatakan bahwa dalam brosur promosi secara keliru tertulis frasa “khusus Muslim”, sementara tujuan utama acara tersebut adalah menyediakan ruang untuk merayakan Idulfitri. Namun, Abbott dalam sebuah surat mengancam bahwa jika acara itu tidak dibatalkan, lebih dari 530 ribu dolar bantuan negara bagian yang terkait dengan keamanan publik kota tersebut akan dihentikan.
Abbott: “Acara Khusus Muslim” adalah Diskriminasi Agama
Gubernur Texas di jejaring X mengklaim bahwa penyelenggaraan sebuah acara “khusus Muslim” merupakan bentuk “diskriminasi agama” dan tindakan yang “bertentangan dengan konstitusi”. Juru bicaranya juga mengatakan kepada Newsweek bahwa semua warga Texas, terlepas dari agama mereka, memiliki hak yang sama untuk menggunakan ruang publik, dan Abbott akan menggunakan “semua alat yang diperlukan” untuk mencegah diskriminasi.
Dalam bagian lain laporan ini disebutkan bahwa sebuah pengadilan federal menerima permintaan Abbott untuk memperoleh dokumen dan bukti milik Council on American-Islamic Relations atau CAIR. Pada tahun 2025, Abbott menyebut organisasi ini sebagai “organisasi teroris asing” dan mengklaim bahwa kelompok tersebut berupaya menerapkan syariat Islam; klaim yang dibantah oleh CAIR.
Perintah Penghentian Aktivitas Sebuah Lembaga Pendidikan Islam
Newsweek menulis bahwa Texas Higher Education Coordinating Board, atas perintah Abbott, juga memerintahkan sebuah organisasi bernama “Texas American Muslim University” di Dallas atau TexAM untuk segera menghentikan aktivitasnya. Lembaga ini menyatakan bahwa institusi tersebut tidak memiliki izin legal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan pendidikan di Texas.
Abbott juga memperingatkan bahwa jika lembaga tersebut membangkang terhadap perintah yang dikeluarkan, tindakan hukum akan diambil terhadapnya. Ia menulis, “Texas tidak akan membiarkan lembaga pendidikan ilegal beroperasi di negara bagian kami.”
Reaksi Demokrat terhadap Langkah Partai Republik
Di akhir laporan ini disebutkan bahwa Partai Demokrat Texas dalam sebuah pernyataan mengecam sikap dan tindakan Partai Republik terhadap Muslim. Mereka menyatakan bahwa klaim tentang “penerapan syariat” di Texas tidak memiliki bukti kredibel apa pun, dan politik berbasis ketakutan semacam ini memiliki konsekuensi nyata bagi keluarga, tetangga, dan hak-hak sipil di negara bagian tersebut.
Your Comment