Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, pada Sabtu sore mengatakan bahwa Ankara tidak menginginkan perang Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran meluas di kawasan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Turki dalam pertemuannya dengan Masrour Barzani, Perdana Menteri Wilayah Kurdistan Irak, di Istanbul.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Anadolu, kedua pihak dalam pertemuan ini membahas perkembangan terbaru kawasan. Erdogan, seraya menyinggung perang Amerika terhadap Iran, menyampaikan kekhawatiran atas serangan terhadap wilayah Irak, termasuk di Erbil, dan mengatakan, “Turki menentang meluasnya perang ke negara-negara lain di kawasan.”
Amerika dan rezim Zionis pada 28 Februari tahun lalu, ketika perundingan tidak langsung dengan pihak Amerika masih berlangsung, memulai agresi terhadap Iran. Iran pun, sebagai respons terhadap agresi ke wilayah negaranya dan dalam rangka membela diri, melaksanakan Operasi Janji Benar 4 dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan serta sasaran-sasaran tertentu di wilayah pendudukan.
Erdogan juga mengatakan, “Turki pada periode saat ini akan terus menjaga solidaritasnya dengan Pemerintah Wilayah Kurdistan.”
Dengan menekankan pentingnya stabilitas Irak bagi kawasan, Erdogan mengatakan bahwa pembentukan segera pemerintahan pusat Irak akan mendukung persatuan dan kohesi negara tersebut.
Presiden Turki juga menegaskan komitmen Ankara untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat Irak dan Pemerintah Wilayah Kurdistan, khususnya di bidang perdagangan, transportasi, dan energi.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan proyek Jalan Pembangunan tidak hanya akan membawa “manfaat besar” bagi Irak, tetapi juga bagi negara-negara Teluk Persia.
Erdogan juga menekankan tekad Turki untuk menyelesaikan rencana “Turki bebas dari terorisme” dan menegaskan keinginan Ankara untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas, baik di dalam negeri maupun di seluruh kawasan.
Your Comment