2 Mei 2026 - 22:23
Keteguhan Ayatullah Sayid Ali Khamenei Dikagumi Bangsa-bangsa

​​​​​​​ Hujjatul Islam Sayyid Murid Hussain Naqvi, Wakil Ketua Wifaq al-Madaris al-Syiah Pakistan, dalam khutbah salat Jumat di Lahore mengatakan bahwa keteguhan dan kebijakan anti-arogansi Pemimpin Syahid Revolusi Islam saat ini mendapat kekaguman dari banyak bangsa.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Hujjatul Islam Sayyid Murid Hussain Naqvi, Wakil Ketua Wifaq al-Madaris al-Syiah Pakistan, dalam khutbah salat Jumat di Masjid Jami Lahore menegaskan bahwa keteguhan, keberanian, dan kebijakan anti-arogansi Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, hari ini dikagumi oleh banyak bangsa.

Ia menambahkan, meskipun demikian, sebagian orang yang memiliki kepentingan buruk dan kaum munafik, alih-alih menunjukkan empati dalam situasi sulit ini, justru memilih untuk mengejek dan melontarkan ucapan yang tidak pantas.

Naqvi menegaskan bahwa berbagai bangsa di seluruh dunia memuji perlawanan dan keberanian umat Syiah. Ia mengatakan, ketika mayoritas masyarakat dunia berdiri bersama Iran, sekelompok munafik di dalam dan luar negeri justru mengulang ucapan musuh-musuh Islam, khususnya Amerika dan rezim Zionis.

Wakil Ketua Wifaq al-Madaris al-Syiah Pakistan itu menegaskan, Amerika selama bertahun-tahun, dengan klaim kekuasaan dan ambisi dominasinya, tidak pernah berhenti melakukan tindakan permusuhan terhadap Iran. Namun pada akhirnya, semua rencana dan konspirasinya berujung pada kegagalan, sebab kekuatan sejati dan tertinggi hanyalah milik Allah.

Ia berkata, lihatlah bagaimana Presiden Amerika berusaha merendahkan Iran Islam, tetapi pada akhirnya justru dirinya sendiri menjadi bahan olok-olok di mata dunia. Hari ini, untuk berdialog dengan Iran, ia harus menggunakan mediator dan perantara. Sementara Iran tetap berdiri dengan martabat dan keteguhan pada posisinya.

Pada bagian lain pidatonya, Naqvi menyinggung pengumuman investasi Amerika sebesar 200 miliar dolar di Pakistan serta rencana peningkatan bandara-bandara negara tersebut. Ia memperingatkan bahwa langkah-langkah yang secara lahiriah tampak ekonomi ini, pada hakikatnya merupakan bagian dari rencana besar untuk menguasai titik-titik sensitif dan penting Pakistan. Rakyat dan para pejabat harus waspada.

Pakar agama ini kemudian, dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an, menjelaskan ciri-ciri orang munafik. Ia mengatakan, Al-Qur’an menyebutkan bahwa ketika orang-orang munafik berada di tengah kaum mukmin, mereka menampilkan diri seolah bersama kaum mukmin. Tetapi ketika pergi kepada setan-setan mereka, mereka mengaku sejalan dengan mereka. Namun Allah menyatakan bahwa Dia akan mempermalukan dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

Naqvi menambahkan, ketika Rasulullah saw ditanya siapa yang lebih berbahaya, orang kafir atau munafik, beliau menjawab bahwa orang munafik lebih berbahaya dan lebih merugikan. Sebab, ia memiliki wajah tersembunyi dan menyusup ke barisan kaum Muslimin dengan kepura-puraan, tipu daya, dan kelicikan.

Di bagian akhir, ia mengingatkan bahwa Nabi Islam saw menyebutkan tiga tanda penting orang munafik: berdusta, berkhianat terhadap amanah, dan mengingkari janji. Jika kita memperhatikan dengan cermat perilaku musuh-musuh Iran dan para penentang umat Syiah, semua ciri ini terlihat jelas pada diri mereka.

Your Comment

You are replying to: .
captcha