2 Mei 2026 - 22:37
Amnesty International Minta Penyelidikan Independen atas Serangan Udara Amerika ke Pusat Penampungan Migran di Yaman

Organisasi Amnesty International menyerukan dilakukannya penyelidikan segera dan independen atas serangan udara Amerika terhadap sebuah pusat penampungan migran di Provinsi Saada, Yaman. Serangan tersebut, menurut organisasi ini, menewaskan dan melukai puluhan orang serta mungkin termasuk dalam kategori “kejahatan perang”.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — Amnesty International mengumumkan bahwa serangan udara Amerika yang pada 28 April 2025 menargetkan sebuah pusat penampungan migran di Provinsi Saada, Yaman utara, harus diselidiki secara independen dan transparan.

Menurut organisasi tersebut, akibat serangan ini sedikitnya 68 migran yang sedang ditahan tewas dan 47 orang lainnya terluka. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait kepatuhan terhadap hukum internasional dalam operasi militer.

Amnesty International menegaskan bahwa pusat tersebut selama bertahun-tahun berfungsi sebagai lokasi sipil untuk menampung para migran dan merupakan bagian dari kompleks penjara yang lebih besar.

Menurut lembaga HAM tersebut, perwakilan Komite Internasional Palang Merah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya juga telah mengunjungi lokasi itu, dan tidak ada tanda-tanda penggunaan militer yang dilaporkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai legalitas penargetan tempat tersebut.

Organisasi ini juga, dengan merujuk pada kesaksian sejumlah penyintas, menyatakan bahwa banyak dari mereka masih berjuang menghadapi dampak fisik dan psikologis yang berat, serta tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan medis.

Amnesty International menekankan pentingnya pertanggungjawaban dan transparansi. Menurut organisasi ini, meskipun pejabat militer Amerika pada awalnya menyatakan sedang meninjau laporan mengenai korban sipil, hingga kini belum ada hasil yang jelas dari pemeriksaan tersebut yang dipublikasikan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha