Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei menekankan tekad bangsa Iran untuk melindungi pencapaian negara di bidang nuklir dan rudal sebagai aset nasional.
kata Pemimpin dalam pesan yang dikeluarkan pada hari Kamis bertepatan dengan Hari Teluk Persia Nasional.
Pemimpin juga mengatakan Iran akan memastikan keamanan Teluk Persia dan menghilangkan penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh-musuh yang bermusuhan.
Pesan Ayatollah Khamenei adalah sebagai berikut:
Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang
Salah satu nikmat Allah Yang Maha Kuasa yang tak tertandingi bagi bangsa-bangsa Muslim di kawasan kita, khususnya rakyat Iran yang mulia, adalah karunia “Teluk Persia.”
Sebuah nikmat yang lebih dari sekadar perairan, ia telah membentuk sebagian dari identitas dan peradaban kita. Selain menghubungkan bangsa-bangsa, ia telah menciptakan jalur vital dan unik bagi ekonomi global melalui Selat Hormuz dan selanjutnya ke Laut Oman.
Aset strategis ini, selama berabad-abad, telah memicu keserakahan banyak iblis. Invasi berulang kali oleh pihak luar Eropa dan Amerika, bersama dengan ketidakamanan, kerusakan, dan berbagai ancaman yang dikenakan pada negara-negara di kawasan ini, hanyalah sebagian dari rencana jahat arogansi global terhadap penduduk Teluk Persia—yang contoh terbarunya adalah tindakan agresi baru-baru ini oleh “Setan Besar.”
Bangsa Iran, yang memiliki garis pantai Teluk Persia terluas, telah melakukan pengorbanan terbesar untuk kemerdekaannya dan dalam menghadapi agresor asing—dari mengusir Portugis dan membebaskan Selat Hormuz, yang menjadi dasar penamaan tanggal 10 Ordibehesht sebagai Hari Nasional Teluk Persia, hingga melawan kolonialisme Belanda dan kisah-kisah perlawanan terhadap imperialisme Inggris. Namun, Revolusi Islam menandai titik balik dalam perjuangan ini dengan memutus cengkeraman kekuatan arogan dari wilayah Teluk Persia. Hari ini, dua bulan setelah agresi militer terbesar oleh para penindas global di wilayah tersebut dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang terungkap.
Negara-negara di kawasan Teluk Persia, yang sejak lama terbiasa dengan keheningan dan kepatuhan para penguasa di hadapan para agresor, dalam enam puluh hari terakhir telah menyaksikan demonstrasi kekuatan, kewaspadaan, dan keberanian yang luar biasa dari angkatan laut tentara dan IRGC, bersamaan dengan kehormatan dan keberanian rakyat dan pemuda Iran selatan dalam menolak dominasi asing.
Hari ini, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan berkat darah para martir yang tertindas dalam "perang paksa ketiga," terutama pemimpin besar dan berpandangan jauh dari Revolusi Islam, telah menjadi jelas bukan hanya bagi opini publik global dan negara-negara di kawasan itu, tetapi bahkan bagi raja dan penguasa, bahwa kehadiran pasukan Amerika dan penguatan posisi mereka di wilayah Teluk Persia adalah sumber utama ketidakamanan. Pangkalan-pangkalan AS yang rapuh bahkan tidak mampu menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi keamanan sekutu mereka.
Atas kehendak Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika Serikat—yang didedikasikan untuk kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran bangsa-bangsanya. Kita dan negara-negara tetangga kita di sepanjang Teluk Persia dan Laut Oman memiliki takdir yang sama. Orang luar yang datang dari ribuan kilometer jauhnya dengan niat serakah tidak memiliki tempat di sini kecuali di kedalaman perairannya. Rangkaian kemenangan ini, yang diraih melalui rahmat ilahi dan di bawah strategi Iran yang kuat serta kebijakan perlawanan, menandai munculnya tatanan regional dan global yang baru.
Saat ini, kebangkitan luar biasa bangsa Iran tidak lagi terbatas pada puluhan juta orang yang mengabdikan diri pada perjuangan melawan Zionisme dan Amerika yang haus darah. Di garis depan barisan bersatu umat Islam yang telah bangkit berdiri sembilan puluh juta warga Iran yang terhormat, baik di dalam maupun di luar negeri, yang menganggap semua kapasitas berbasis identitas, spiritual, kemanusiaan, ilmiah, industri, dan teknologi—dari nano dan bio hingga teknologi nuklir dan rudal—sebagai aset nasional dan akan melindunginya sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan darat, laut, dan udara mereka.
Republik Islam Iran, dengan bersyukur secara nyata atas berkah pengelolaan Selat Hormuz, akan menjamin keamanan Teluk Persia dan menghilangkan penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh-musuh yang bermusuhan. Kerangka hukum dan pengelolaan Selat Hormuz yang baru akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi semua bangsa di kawasan ini, dan manfaat ekonominya akan membawa kebahagiaan bagi rakyat—insya Allah, meskipun orang-orang kafir menentangnya.
Your Comment