29 April 2026 - 16:16
Mantan Kepala Mossad setelah Mengunjungi Tepi Barat: Saya Malu Menjadi Yahudi!

Mantan Kepala Mossad, setelah melakukan kunjungan lapangan ke Tepi Barat yang diduduki, menyebut kejadian-kejadian di wilayah tersebut sebagai “tidak manusiawi dan mengejutkan”. Ia mengatakan bahwa dirinya merasa malu menjadi Yahudi.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — mantan Kepala Mossad, setelah melakukan kunjungan lapangan ke Tepi Barat yang diduduki, menilai berbagai peristiwa di kawasan itu sebagai “tidak manusiawi dan mengejutkan” dan mengatakan bahwa ia merasa malu menjadi Yahudi.

Tamir Pardo, mantan Kepala Mossad, dalam kunjungannya ke sejumlah wilayah Palestina di Tepi Barat, bertemu dengan keluarga-keluarga yang menjadi korban serangan kekerasan, termasuk serangan fisik, perusakan, serta pencurian harta dan aset mereka. Ia juga menyaksikan peristiwa-peristiwa lain yang ia gambarkan sebagai “mengejutkan dan tidak manusiawi”.

Berdasarkan laporan situs Sada al-Balad, Pardo mengatakan, “Apa yang saya lihat di lapangan membuat saya malu menjadi Yahudi. Tindakan-tindakan ini sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moral yang seharusnya menjadi dasar bagi masyarakat.”

Channel 13 rezim Zionis mengutip pernyataannya, “Gambar-gambar yang saya saksikan membangkitkan kembali kenangan menyakitkan tentang masa gelap yang dialami orang-orang Yahudi di Eropa pada abad lalu.”

Dalam sebuah perbandingan yang jarang dilakukan oleh mantan pejabat Israel, Pardo membandingkan serangan para pemukim dengan masa-masa gelap yang pernah dihadapi orang-orang Yahudi dalam berbagai fase sejarah, dengan merujuk pada kejahatan yang dilakukan terhadap Yahudi pada era Nazi.

Mantan Kepala Mossad itu memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan para pemukim di Tepi Barat, serta berlanjutnya ketidakadilan dan tidak adanya pengadilan maupun pertanggungjawaban terhadap para pelaku kejahatan, dapat menyebabkan ledakan besar.

Pernyataan ini muncul ketika kritik internasional terhadap kebijakan Israel di Tepi Barat semakin meningkat, terutama seiring bertambahnya serangan para pemukim terhadap desa-desa dan komunitas Palestina, serta berbagai peringatan tentang dampak keamanan dan politik yang dapat menyeret seluruh kawasan.

Tamir Pardo termasuk salah satu tokoh keamanan paling menonjol dari rezim Zionis yang pernah secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintahan-pemerintahan Israel secara berturut-turut. Hal ini membuat pernyataan terbarunya, dalam situasi politik dan keamanan saat ini, memiliki arti penting tersendiri.

Your Comment

You are replying to: .
captcha