29 April 2026 - 16:10
Media Ibrani: Hizbullah Berhasil Menghidupkan Kembali Persamaan Deterensi Era Sayid Hassan Nasrallah

Analis media Ibrani Walla News, dalam sebuah catatan yang mengkritik keras para pejabat Tel Aviv, menulis, “Pada awal konflik, bergabungnya Hizbullah dalam perang disambut dan didorong. Namun kini, setelah dua bulan berlalu, pertanyaan serius harus diajukan: ‘Siapa sebenarnya yang memasang perangkap untuk siapa?’ Setelah delapan pekan sejak dimulainya serangan udara ke arah Teheran, situasi di front Lebanon berkembang sedemikian rupa sehingga Hizbullah berhasil menghidupkan kembali persamaan deterensi era Syahid Sayid Hassan Nasrallah.”

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — media Ibrani Walla News, dalam sebuah laporan analitis yang ditulis Nir Kivnes, mengevaluasi perkembangan terbaru di lapangan dan menyinggung terjadinya kesalahan serius dalam perhitungan rezim Zionis. Dalam laporan itu disebutkan bahwa setelah delapan pekan sejak dimulainya serangan udara ke arah Teheran, situasi di front Lebanon berkembang sedemikian rupa sehingga Hizbullah mampu menghidupkan kembali persamaan deterensi era Syahid Sayid Hassan Nasrallah.

Penulis, dengan mengajukan pertanyaan “siapa yang keliru dalam menilai situasi?”, menegaskan bahwa perkembangan di lapangan berjalan berlawanan dengan perkiraan sebelumnya. Keseimbangan kekuatan telah berubah dalam bentuk yang menunjukkan kembalinya aturan-aturan lama dalam konflik. Analisis ini pada dasarnya mengarah pada kegagalan Tel Aviv dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah diumumkannya.

Dalam bagian lain laporan tersebut, Kivnes menyinggung kemampuan-kemampuan baru Hizbullah dan menegaskan bahwa menghadapi senjata-senjata ini sangat sulit. Menurutnya, hal yang membuat situasi semakin rumit adalah “kepicikan para pengambil keputusan” di tingkat tinggi. Ia menulis bahwa pada awal konflik, keterlibatan Hizbullah dalam perang disambut dan didorong. Namun sekarang, setelah dua bulan berlalu, pertanyaan serius harus diajukan: “Siapa sebenarnya yang memasang perangkap untuk siapa?”

Your Comment

You are replying to: .
captcha