Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Situs Asosiasi Ahlulbait dalam sebuah laporan menyatakan bahwa divisi perempuan asosiasi tersebut di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia, bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Al-Qur’an “Kazimiyah” di negara itu, menyelenggarakan acara “halal bihalal” atau majelis duka rumahan untuk memperingati kesyahidan Pemimpin Revolusi serta mengumpulkan bantuan masyarakat guna mendukung rakyat Iran. Acara ini dihadiri oleh para aktivis Islam dan para pelajar agama.
Berdasarkan laporan tersebut, pihak penyelenggara menyatakan bahwa program ini, selain menciptakan suasana kebersamaan dan silaturahmi setelah Idulfitri, juga mencakup doa bersama serta penggalangan dana untuk rakyat Iran menyusul dampak perang.
Menurut para penanggung jawab acara, tujuan kegiatan ini bukan hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap persoalan-persoalan dunia Islam dan mendukung kaum tertindas di berbagai wilayah.
Bagian penggalangan bantuan mendapat perhatian para peserta sebagai simbol solidaritas dengan rakyat Iran. Menurut mereka, langkah ini menunjukkan bahwa empati terhadap penderitaan bangsa-bangsa tidak boleh berhenti pada ungkapan perasaan, tetapi harus berlanjut menjadi tindakan nyata.
Selain itu, peringatan 40 hari Ayatullah Sayid Ali Khamenei bagi para hadirin bukan sekadar acara mengenang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membaca kembali jalan perjuangan, keteguhan, dan warisan pemikiran beliau.
Program ini berlangsung dalam suasana tertib dan spiritual. Pembacaan doa, kebersamaan antarpeserta, serta nuansa penuh penghormatan memberi warna khusus pada pertemuan tersebut.
Sakinah Syatri, salah satu anggota panitia penyelenggara, mengatakan bahwa acara ini, selain memiliki fungsi sosial, juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat solidaritas dan perhatian terhadap persoalan umat Islam. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini direncanakan akan terus diselenggarakan secara berkesinambungan pada tahun-tahun mendatang.
Para peserta juga menegaskan bahwa tradisi tahun ini melampaui sekadar pertemuan adat. Ia membawa pesan solidaritas, tanggung jawab sosial, dan dukungan terhadap bangsa-bangsa yang berada di bawah tekanan. Menurut mereka, pesan tersebut harus terus berlanjut dalam perilaku sehari-hari.
Your Comment