28 April 2026 - 21:09
Dewan Ulama Lebanon: Normalisasi dengan Israel adalah “Pengkhianatan Terang-terangan” terhadap Umat Islam

Dewan Ulama Muslim Lebanon hari ini, Selasa, dalam sebuah pernyataan menolak sepenuhnya segala bentuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, baik secara cuma-cuma, bersyarat, maupun dipaksakan. Mereka menyebutnya sebagai “pengkhianatan” dan menegaskan bahwa proses ini melemahkan keamanan serta ekonomi negara-negara Arab. Dalam kondisi saat ini, di tengah kejahatan yang terus berlangsung di Gaza dan Lebanon, langkah tersebut merupakan “pengkhianatan terang-terangan” terhadap umat Islam.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Dewan Ulama Muslim Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sepenuhnya tertolak dan dianggap sebagai “pengkhianatan”.

Lembaga tersebut menegaskan bahwa tidak ada bentuk normalisasi apa pun yang dapat diterima.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa normalisasi dengan “para pembunuh para nabi, orang-orang tak bersalah, anak-anak, dan perempuan”, serta dengan para penjajah dan pelanggar kehormatan tempat-tempat suci, adalah tertolak dan tidak dapat dibenarkan.

Dewan Ulama Muslim Lebanon juga menegaskan bahwa proses normalisasi bukan hanya meningkatkan infiltrasi keamanan di tengah masyarakat Arab, tetapi juga melemahkan ekonomi negara-negara kawasan dan mengurangi kemampuan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina.

Dengan menyinggung berlanjutnya konflik dan perkembangan di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan Yaman, lembaga ini menegaskan bahwa pengajuan pendekatan seperti ini dalam kondisi sekarang merupakan “pengkhianatan terang-terangan” terhadap umat Islam dan bangsa-bangsa kawasan.

Dalam kelanjutan pernyataan tersebut, solusi bagi persoalan-persoalan kawasan disebutkan sebagai kembali kepada nilai-nilai agama, menjaga persatuan internal, dan memperkuat kemampuan pertahanan dalam menghadapi ancaman-ancaman eksternal.

Pada bagian akhir, Dewan Ulama Muslim Lebanon, seraya menekankan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan mengenai haramnya normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, menyerukan adanya tindakan hukum dan perlawanan rakyat terhadap para promotor proses ini. Mereka juga menegaskan perlunya menghadapi normalisasi melalui seluruh cara yang sah hingga tercapainya “pembebasan penuh dari pendudukan”.

Pernyataan ini dikeluarkan ketika pemerintah Lebanon telah memutuskan untuk melakukan perundingan langsung dengan rezim Zionis.

Keputusan tersebut diambil meskipun ada penolakan di dalam negeri, dan perundingan itu dijadwalkan berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan rezim Zionis berusaha menjalankan konspirasi pelucutan senjata Perlawanan Islam Lebanon melalui tangan pemerintah negara tersebut.

Your Comment

You are replying to: .
captcha