Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — The Atlantic dalam laporannya menulis bahwa ketika pertempuran dengan Iran memasuki tahap sensitif, J.D. Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat, sangat meragukan narasi Kementerian Pertahanan mengenai jalannya perang dan kondisi persenjataan Amerika.
Dalam beberapa pertemuan tertutup, Vance mempertanyakan kebenaran informasi yang disampaikan Pentagon di bawah kepemimpinan Pete Hegseth. Kekhawatiran utama wakil Trump tersebut disebut berkaitan dengan kemungkinan adanya penyembunyian informasi tentang “skala sebenarnya dari terkurasnya cadangan rudal Amerika”.
Beberapa pokok laporan tersebut adalah sebagai berikut:
Narasi yang Menyesatkan tentang Perang?
Sementara Pete Hegseth dan Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika, berbicara tentang “kehancuran besar-besaran kemampuan militer Iran” dan “tidak terbatasnya” cadangan persenjataan negara mereka, para penasihat Vance menggambarkan pernyataan-pernyataan itu sebagai “menyesatkan”.
Seorang mantan pejabat Amerika dalam wawancara dengan The Atlantic mengatakan, “Pengalaman televisi Hegseth di Fox News membuatnya tahu persis apa yang ingin didengar Trump.”
Dua Veteran, Dua Narasi Berbeda
Vance dan Hegseth sama-sama pernah bertugas sebagai perwira berpangkat rendah di Irak. Namun, menurut The Atlantic, keduanya “mengambil pelajaran yang berbeda dari perang”. Hegseth mengklaim bahwa dalam lima hari pertama perang dengan Iran, “dua kali lipat dari seluruh fase shock and awe dalam perang Irak 2003” telah dihujankan ke Iran. Sebaliknya, Vance selama ini menentang “perang-perang abadi” dan meyakini bahwa Amerika telah ditipu mengenai hakikat konflik-konflik di Timur Tengah.
Perebutan Kekuasaan di Pentagon
Ketegangan juga telah merembet ke lapisan lain pemerintahan. Dan Driscoll, Menteri Angkatan Darat sekaligus sahabat dekat Vance, berada di kubu yang berseberangan dengan Hegseth. Menteri Pertahanan, dengan memecat dua jenderal yang dekat dengan Driscoll, yakni Randy George dan James Mingus, telah memicu protes di Kongres. Pengiriman Driscoll ke Kyiv untuk perundingan damai — menggantikan Menteri Pertahanan — dinilai sebagai tanda lain dari persaingan terbuka antara kedua pejabat tersebut.
Realitas di Lapangan: “Benang Kusut yang Membingungkan dan Mahal”
Berbeda dari prediksi Hegseth tentang kemenangan cepat dan telak, Vance menggambarkan perang saat ini sebagai “benang kusut yang membingungkan dan mahal”.
The Atlantic dalam kesimpulannya menulis, “Prediksi-prediksi Kementerian Pertahanan Amerika tentang kemenangan cepat dan telak atas Iran tidak terwujud. Iran masih mempertahankan dua pertiga angkatan udara dan kapal-kapal cepatnya. Penyitaan kapal-kapal dagang menunjukkan bahwa klaim tentang ‘kontrol penuh’ atas langit dan daratan Iran lebih menyerupai mimpi diplomatik daripada kenyataan di lapangan.”
Your Comment