6 Maret 2026 - 21:38
Rakyat Bahrain Menuntut Pengusiran Tentara Amerika dari Tanah Bahrain / Pemerintah Al-Khalifa Menekan Majelis Duka untuk Imam Khamenei

Rakyat Bahrain menuntut pengusiran tentara Amerika dari tanah Bahrain, sementara pemerintah Al-Khalifa dilaporkan menekan majelis-majelis duka yang diselenggarakan untuk Imam Khamenei.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Setelah pengumuman kesyahidan Ayatullah al-Udzma Ali Khamenei, berbagai bangsa Muslim di sejumlah negara menggelar demonstrasi mengecam kejahatan tersebut.

Kaum Syiah Bahrain sejak jam-jam pertama setelah pengumuman berita tersebut menggelar berbagai aksi protes di sejumlah wilayah Bahrain untuk mengecam keberadaan pasukan Amerika dan Zionis di negara mereka.

Komite Urusan Tahanan Bahrain hingga dini hari Kamis, 5 Maret 2026, mencatat sedikitnya 83 warga Bahrain ditangkap di berbagai wilayah negara tersebut sejak dimulainya serangan Amerika dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Dari jumlah tersebut, 4 orang telah dibebaskan, sementara 79 lainnya masih ditahan.

Hujjatul Islam Sayyid Abbas Shabbar al-Mousawi, penanggung jawab komunikasi Al-Wefaq Bahrain, dalam wawancara dengan ABNA mengenai dampak kesyahidan Imam Khamenei di Bahrain mengatakan bahwa setelah berita kesyahidan Imam Sayyid Ali Khamenei diumumkan, Bahrain seolah berada di pusat badai peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa hanya beberapa jam setelah peristiwa itu, serangan Iran terhadap Armada Kelima Amerika di pangkalan Al-Jufair terjadi, yang menurutnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting, termasuk radar deteksi cepat dan fasilitas strategis bahan bakar.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa menara dan hotel di ibu kota turut terkena serangan rudal, menciptakan pemandangan yang belum pernah disaksikan sebelumnya oleh Bahrain dan rakyatnya.

Al-Mousawi menyatakan bahwa situasi ini terjadi akibat kebijakan politik yang terpusat pada keputusan raja Bahrain serta tidak adanya partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan politik, sehingga kehadiran pasukan Amerika dan Zionis di wilayah Bahrain menjadi mudah dan pada akhirnya membuat negara tersebut menjadi sasaran serangan.

Ia menegaskan bahwa di tingkat masyarakat, rakyat Bahrain menanggapi peristiwa tersebut dengan kesedihan mendalam sekaligus kemarahan besar. Bagi mereka, Imam Khamenei bukan sekadar pejabat Iran, tetapi simbol perlawanan, otoritas keagamaan dan spiritual, serta pendukung kaum tertindas di dunia.

Ulama Bahrain tersebut menambahkan bahwa rakyat dengan cepat menggelar demonstrasi rakyat untuk mengecam agresi terhadap Iran serta menuntut pengusiran tentara Amerika dan penutupan pangkalan mereka di Bahrain.

Selain itu, warga Bahrain juga mengadakan majelis duka di kawasan permukiman, namun pemerintah menanggapi aktivitas tersebut dengan penangkapan serta kampanye propaganda untuk menekannya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa rakyat Bahrain kini harus menanggung konsekuensi dari keberadaan Armada Kelima Amerika di negara mereka, sehingga Bahrain berubah menjadi arena konflik terbuka, sementara rakyatnya berada dalam suasana duka atas kehilangan pemimpin yang bagi mereka merupakan rujukan keagamaan, spiritual, dan politik.

Your Comment

You are replying to: .
captcha