23 Februari 2026 - 13:04
Source: ABNA
Upaya Amerika Meredam Gelombang Kemarahan Akibat Kontroversi "Dari Nil ke Eufrat"

Di tengah terus berlanjutnya kemarahan negara-negara Arab dan Islam atas pernyataan kontroversial duta besar Amerika di wilayah pendudukan, kedutaan besar Amerika berusaha membenarkan pernyataan tersebut.

Dilaporkan oleh kantor berita ABNA, juru bicara kedutaan besar Amerika di wilayah pendudukan, untuk membenarkan pernyataan kontroversial duta besar negaranya, mengklaim bahwa pernyataan Mike Huckabee telah diambil di luar konteks aslinya dan tidak ada perubahan dalam kebijakan Washington terhadap Tel Aviv.

Hal ini terjadi padahal sebelumnya Donald Trump, presiden Amerika Serikat, juga sempat mengklaim bahwa luas wilayah pendudukan itu kecil dan harus diperluas!

Kemarin, Mike Huckabee, duta besar Amerika di wilayah pendudukan, yang dengan pernyataannya tentang perlunya memperluas cakupan pendudukan rezim Zionis dari Nil ke Eufrat telah menimbulkan kontroversi, berusaha membenarkan posisi sebelumnya dengan mengemukakan pernyataan baru.

Dengan mengunggah sebuah postingan di media sosial, ia berusaha mengalihkan tanggung jawab atas pernyataan yang dibuatnya kepada pembawa acara terkenal Amerika, Tucker Carlson, mengklaim bahwa Carlson telah mendorongnya untuk berbicara tentang topik-topik tersebut.

Huckabee melanjutkan: "Tucker terus-menerus mengarahkan diskusi ke isu-isu lain, dan secara khusus ke negara-negara lain yang tidak ada hubungannya dengan diskusi tentang Israel dan Zionisme."

Ia kembali menyatakan dukungannya kepada rezim Zionis dan, tanpa merujuk pada kejahatan Zionis di kawasan itu, mengklaim bahwa rezim ini berhak untuk hidup dalam damai dan keamanan.

Sebelumnya, 17 negara dan lembaga Islam dan Arab telah mengutuk pernyataan Huckabee mengenai pendudukan sebagian besar wilayah Timur Tengah oleh rezim Zionis.

Your Comment

You are replying to: .
captcha