22 Februari 2026 - 22:32
Hujjatul Islam wal Muslimin Veldan: Bulan Suci Ramadhan adalah Kesempatan Ilahi untuk Memperbaiki Gaya Hidup

Direktur Jenderal Organisasi Dakwah Islam Provinsi Fars Republik Islam Iran, menyebut bulan suci Ramadhan sebagai kesempatan ilahi untuk membangun kembali ruh dan memperbaiki gaya hidup. Ia mengatakan bahwa Allah menciptakan sistem keberadaan manusia sedemikian rupa sehingga pada satu masa dalam setahun manusia membutuhkan perubahan dalam pola hidup dan pola makan—perubahan yang membawa pada peningkatan spiritual dan penguatan kehendak. Ramadhan adalah medan latihan penghambaan dan pembinaan diri; bahkan dapat disebut sebagai “cek kosong ilahi” untuk ampunan dan penerangan hati.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Dari Fars, Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad Baqer Veldan pada Ahad sore dalam pertemuan dengan personel Angkatan Darat Republik Islam Iran menyatakan bahwa Ramadhan adalah kesempatan ilahi untuk membangun kembali jiwa dan memperbaiki gaya hidup.

Ia menambahkan bahwa pada bulan Ramadhan, tidur seorang mukmin bernilai ibadah dan napasnya bernilai pahala. Setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca membawa ganjaran besar. Pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka agar hati orang-orang beriman memperoleh ketenangan dan terbebas dari api batin serta godaan setan.

Ia juga menegaskan peran Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan peta jalan kebahagiaan manusia. Mengutip ayat “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub” (QS. ar-Ra’d: 28), ia menyatakan bahwa mengingat Allah menenteramkan hati, dan kedekatan dengan Al-Qur’an menjaga manusia dari gelombang fitnah akhir zaman.

Dengan mengingatkan hadis Tsaqalain, ia menekankan bahwa Rasulullah (saw) mewariskan dua pusaka berharga, yakni Al-Qur’an dan Ahlulbait, dan berpegang kepada keduanya adalah syarat keselamatan dari kesesatan. Oleh karena itu, hubungan Al-Qur’an dengan Imam Mahdi (aj) adalah hubungan yang tak terpisahkan.

Ia juga menyinggung program “Hidup Bersama Ayat-Ayat” yang menafsirkan satu ayat setiap hari sesuai juz harian agar masyarakat semakin akrab dengan makna-makna Al-Qur’an.

Pada hari keempat Ramadhan, ayat 173 Surah Ali ‘Imran menjadi fokus, dengan kalimat “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” sebagai seruan keteguhan hati kaum mukmin dalam menghadapi kesulitan. Ia mengajak untuk membersihkan hati dari debu rutinitas dengan cahaya ilahi dan mempersiapkan diri menyambut malam-malam Lailatul Qadar, seraya menghiasi majelis dan hati dengan ingatan kepada Imam Mahdi (aj).

Your Comment

You are replying to: .
captcha