20 Februari 2026 - 15:42
Source: ABNA
Penolakan Tegas Qatar terhadap Pembangunan Pemukiman Zionis di Tepi Barat

Perwakilan Qatar di Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan penolakan tegas negaranya terhadap kelanjutan pembangunan pemukiman Zionis di Tepi Barat dan menyerukan tindakan internasional segera untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Dilansir kantor berita ABNA, Alya Ahmed bin Saif Al Thani, Perwakilan Qatar di PBB, hari Kamis dalam pidatonya pada pertemuan Kelompok Arab dengan António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, untuk membahas tindakan rezim pendudukan Israel di Tepi Barat, menegaskan posisi negaranya dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Berdasarkan laporan ini, Kelompok Arab menyatakan penentangan kerasnya terhadap keputusan pengklasifikasian tanah sebagai "tanah milik negara" dan perluasan besar-besaran pendaftaran dan penyelesaian kepemilikan tanah, menggambarkan langkah ini sebagai perkembangan berbahaya yang bertujuan untuk mempercepat aktivitas pemukiman ilegal dan memaksakan kedaulatan rezim Israel atas wilayah pendudukan Palestina.

Perwakilan Qatar dalam pidatonya mengenai hal ini menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan melemahkan peluang untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng.

Perwakilan Qatar, bersama dengan perwakilan negara-negara Arab lainnya, berpartisipasi dalam langkah diplomatik ini untuk menjaga dengan serius agenda pelanggaran hak asasi di Tepi Barat dalam prioritas PBB dan meningkatkan tekanan internasional guna menghentikan kebijakan yang mengubah realitas di kawasan.

Kelompok Arab di PBB menegaskan bahwa keputusan rezim Israel secara langsung mempengaruhi hak-hak rakyat Palestina atas tanah mereka dan merupakan tantangan serius bagi sistem hukum internasional, terutama mengingat meningkatnya pemukiman dan tindakan yang memperdalam kesenjangan geografis serta membatasi pergerakan warga Palestina.

Kelompok Arab juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tanggung jawab mereka dan mengambil langkah-langkah jelas dan tegas guna menghentikan pelanggaran ini, menjamin penghormatan terhadap hukum internasional, dan menjaga hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri, mengakhiri pendudukan, dan mendirikan negara merdeka dan berdaulat mereka di perbatasan 4 Juni 1967 dengan ibu kota Yerusalem Timur.

Partisipasi Qatar mencerminkan kelanjutan pendekatan diplomatik negara tersebut yang didasarkan pada dukungan terhadap isu-isu adil dan penguatan kerja sama multilateral di PBB, khususnya mengenai masalah Palestina, yang menempati posisi sentral dalam kebijakan luar negeri negara ini.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penekanan pada kelanjutan gerakan Arab di koridor PBB dan di berbagai forum internasional, dan menyatakan tujuannya untuk memperkuat koordinasi internasional guna menghentikan tindakan rezim Israel di Tepi Barat dan memajukan jalur politik yang mengarah pada perdamaian yang adil, menjamin hak-hak sah rakyat Palestina, serta memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha